Polres Rohil Tangkap Pengedar Narkoba Sebabkan Seorang Polisi Tewas

- Editor

Rabu, 7 Februari 2024 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, Mediakarya – Satuan Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Resor Rokan Hilir, Provinsi Riau menangkap pengedar pil ekstasi yang diduga menewaskan seorang  polisi setempat karena overdosis.

​​​Kepala Polres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, Rabu mengatakan setelah serangkaian penyelidikan, polisi menangkap empat tersangka yaitu FA, AIS, DA, dan IS. Mereka ditangkap di sebuah kafe remang-remang Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih.

“Tim Opsnal melakukan penggeledahan dan menemukan sebuah kotak plastik berisi dua pil warna kuning, satu pil warna ungu abu-abu, dan pecahan pil warna kuning yang keseluruhannya diduga narkotika jenis ekstasi,” katanya.

Sebelumnya diketahui ada tiga oknum polisi yang mengonsumsi narkoba di kafe tersebut. Satu di antaranya tewas lantaran overdosis dan dua lainnya ditahan pada penempatan khusus (patsus) di Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Riau.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ungkap Singapura Negara Asal Terbesar Deklarasi PPS

Tersangka pengedar FA mengakui bahwa pil ekstasi tersebut miliknya dan diperoleh dari IS untuk dijual kembali di kafenya. Keesokan harinya dilakukan pengembangan dan tim Opsnal berhasil menangkap IS di rumahnya.

Saat ini keempat tersangka beserta barang bukti ditahan di Polres Rohil untuk proses penyidikan. Penyidik akan melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba lainnya.

“Polres Rohil berkomitmen untuk memerangi narkoba dan tidak menolerir peredaran narkoba. Kita menindak tegas para pelaku pengedar dan penyalahguna narkoba,” kata Andrian, dilansir dari antara.

Briptu JD dilaporkan meninggal dunia akibat overdosis obat terlarang yang dikonsumsinya pada Minggu (28/1).

Dia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit RS Athaya Medika dibawa dua seniornya, Briptu SA dan Aipda NP. Belum ​​​​​sampai di rumah sakit, JD akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal
Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara
Kapolri Tegaskan Penangkapan Jenderal Penyadap Bukan Persaingan,Tapi Murni Penegakan Hukum
Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Antisipasi Kriminalitas 3C, Sat Samapta Polres Nias Selatan Gencarkan Patroli Preventif
IPPS Desak Polri Segera Umumkan Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol Yang Terseret Kasus Penyadapan Presiden
Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
SBY Geram, Ada Mantan Presiden Jadi Hantu Demokrasi, Prof. Didik: Usut Agen dan Prinsipal Penyadapan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:35 WIB

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal

Kamis, 5 November 2026 - 19:08 WIB

Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara

Kamis, 5 November 2026 - 18:55 WIB

Kapolri Tegaskan Penangkapan Jenderal Penyadap Bukan Persaingan,Tapi Murni Penegakan Hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WIB

Antisipasi Kriminalitas 3C, Sat Samapta Polres Nias Selatan Gencarkan Patroli Preventif

Berita Terbaru