Postur Kabinet Prabowo-Gibran Terlalu Obesitas, Roda Pemerintahan Bakal Berjalan Lamban

- Editor

Rabu, 23 Oktober 2024 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Ekonomi Politik Kabinet Prabowo-Gibran.

Diskusi Ekonomi Politik Kabinet Prabowo-Gibran.

JAKARTA, Mediakarya – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dr Fadhil Hasan menilai, meski Prabowo Subianto dalam visinya ingin pemerintahnya bergerak cepat dalam menjalankan program kerjanya, namun dalam pelaksanaanya diprediksi tidak akan berjalan dengan baik.

Hal itu lantaran postur kabinet di pemerintahan Prabowo-Gibran yang super gemuk tersebut dinilai dampaknya akan akan dirasakan dalam 1-2 tahun ke depan, selain soal inefisiensi juga harus  menjadi perhatian serius bagi kabinet Merah Putih.

Sementara itu, terkait dengan koordinasi kerap menjadi maslah, sebagaimana yang pernah dilakukan presiden-presiden sebelumnya. Sebab koordinasi adalah persoalan pokok dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program.

“Dengan kabinet super gemuk plus berbagai menteri koordinator dan badan, maka koordinasi kemungkinan besar sulit. Siapa bertanggungjawab, dan satu dengan lainnya timbul overlapping,” ungkap Fadhil dalam sambutannya saat diskusi publik “Ekonomi Politik Kabinet Prabowo-Gibran” pada Selasa (2210/2024).

Sementara, permasalah lain adalah soal  kewenangan. Misalnya Menko Pangan, akan overlap dengan Kemenko Perekonomian yang juga terkait pangan. “Bagaimana kewenangan itu akan dibagi? akan timbul soal ini di antara para menteri,” katanya.

Padahal Prabowo sendiri pernah menegaskan bahwa dirinya akan membentuk Zaken kabinet, seharusnya ditampilkan dalam formasi kabinet sekarang. Tetapi justru lebih banyak akomodasi politik dibanding warna zaken kabinet. Maka dari itu kabinet akan seperti ‘’lame duck’’, kelumpuhan seperti bebek duduk karena soal koordinasi, kewenangan, dan lain-lain.

Baca Juga:  Anggota DPR: Perlu Kesungguhan Untuk Ciptakan "Presidential Club"

Lebih lanjut, tantangan dari 8 program Astacita Prabowo-Gibran, ada 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik tetap 2024-2029. Di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), kesehatan, produktivitas lahan pertanian, pendidikan, kartu kesejahteraan, menaikkan gaji ASN, infrastruktur desa (7 Program) dan mendirikan badan penerimaan negara, meningkatkan rasio penerimaan tax ratio menjadi 23%.

Sementara, kata Fadhil, program-program tersebut membutuhkan anggaran cukup besar. diharapkan, dana-dana untuk program itu didapatkan dari badan penerimaan negara/tax ratio.

Persoalannya, program pembentukan badan penerimaan negara itu kini telah punah dengan dipilihnya kembali Sri Mulyani (SMI) menjadi Menteri Keuangan. karena belum ada track record Sri Mulyani dalam peningkatan tax ratio.

“Jadi ada semacam kontradiksi antara spending yang harus dikeluarkan untuk pelaksanaan ke 7 program di atas dengan potensi peningkatan tax ratio 23 % via pembentukan badan penerimaan negara,” pungkasnya. **

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG
Kontroversi Purbaya vs Pramono Soal Obligasi Daerah, Begini Kata Ekonom Senior INDEF
Tempat Tinggalnya Rusak Imbas Pembangunan Rumah Tetangga, Kapolda Jateng Tuntut Keadilan
Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan
Rayakan HUT Ke-25 Tahun di Senayan, Oki Fahreza Pastikan Demokrat Solid Dukung Pemerintahan Prabowo
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir Bicara Citra Polri di Ngobras FPRMI: Masih Banyak Polisi Baik
415 Kendaraan Dinas KBB Mati Pajak, Kang Joker: “Rakyat Dikejar Razia, Pejabat menerobos Aturan!”
Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat agar Tubuh Tetap Sehat, Jiwa Kuat dan Silaturahmi Terjaga

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 04:46 WIB

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG

Jumat, 11 September 2026 - 08:04 WIB

Kontroversi Purbaya vs Pramono Soal Obligasi Daerah, Begini Kata Ekonom Senior INDEF

Kamis, 10 September 2026 - 22:35 WIB

Tempat Tinggalnya Rusak Imbas Pembangunan Rumah Tetangga, Kapolda Jateng Tuntut Keadilan

Kamis, 10 September 2026 - 16:52 WIB

Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan

Kamis, 10 September 2026 - 16:32 WIB

Rayakan HUT Ke-25 Tahun di Senayan, Oki Fahreza Pastikan Demokrat Solid Dukung Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

Ekonomi & Bisnis

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 04:46 WIB