Potret Buram Lembaga Peradilan Indonesia

- Editor

Kamis, 12 Desember 2024 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen LPKAN< Abdul Rasyid.

Sekjen LPKAN< Abdul Rasyid.

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) meminta Mahkamah Agung (MA) untuk segera membenahi institusinya, seiring dengan meningkatnya kasus suap yang melibatkan sejumlah hakim.

Seruan ini muncul setelah Kejaksaan Agung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga hakim yang diduga menerima suap terkait vonis bebas terdakwa Ronald Tannur.

Sekretaris Jenderal LPKAN, Abdul Rasyid, menegaskan bahwa MA harus melakukan bersih-bersih terhadap hakim yang tidak berintegritas.

Ia menjelaskan bahwa hakim, yang memiliki kewenangan tertinggi di meja peradilan, harus tetap berpedoman pada fakta hukum dalam setiap putusan, bukan terpengaruh oleh kepentingan pihak lain.

“Bahkan meskipun hakim adalah manusia biasa yang bisa berbuat kesalahan, mereka tetap harus mempertanggungjawabkan setiap tindakan mereka, terutama ketika terlibat dalam tindak pidana,” ujar Rasyid, Kamis (12/12/2024)

Dia juga berharap MA segera melakukan evaluasi terhadap hakim-hakim yang terbukti melanggar kode etik.

Selain itu, pihaknya juga mengkritik sejumlah putusan hakim yang dinilai janggal, seperti yang terjadi di Pengadilan Negeri Semarang dalam perkara PKPU yang melibatkan PT Cemerlang Usaha Agri Nusantara (PT Cuan). Rasyid mencurigai adanya konflik kepentingan dalam kasus tersebut, mengingat hakim yang memutuskan perkara PKPU sebelumnya terlibat dalam perkara pidana yang melibatkan perusahaan terkait.

Baca Juga:  Sejak 2016 KPPIP Berhasil Selesaikan 124 PSN

“Ini bisa menjadi preseden buruk bagi wajah peradilan di Indonesia. Kami meminta Komisi Yudisial untuk segera turun tangan dan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap keputusan-keputusan hakim yang mencurigakan,” tegasnya.

Sebagai langkah untuk menjaga kredibilitas peradilan, Rasyid juga menekankan pentingnya penerapan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), yang berisi prinsip-prinsip integritas tinggi, keadilan, dan profesionalisme.

Ia meminta MA untuk lebih serius dalam memastikan para hakim mematuhi pedoman ini, demi menegakkan keadilan di Indonesia.

LPKAN juga mengingatkan bahwa reformasi di tubuh MA sangat dibutuhkan agar kejadian-kejadian seperti suap dan konflik kepentingan tidak terus terjadi di dunia peradilan.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korupsi Rp2 Trilun KSO Migas Kota Bekasi Terbongkar, IAW: Jangan Ulur Waktu, Seret Kepala Daerahnya
Hari Ini Nusron Wahid Dijadwalkan Kembali Dipanggil KPK, GNK Minta Tak Tebang Pilih
Tri Nusa Bekasi Raya Laporkan Kasus Tunggakan PBJT ke Kejagung
Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat ESDM Terkait Dugaan Korupsi KSO Migas Bekasi, Kerugian NegaraDitaksir Rp 2 Triliun
Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi BP, Terungkap di Persidangan
Sidang Gugatan Ahmad Suyudina, Lima Saksi Tak Mengetahui Alasan Pengunduran Diri dari SN Kota Bekasi
Kapolri Suyudi Gas Pol Perang Lawan Narkoba, Ketua Komisi III: Negara Tidak Boleh Kalah dari Sindikat
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Korupsi Rp2 Trilun KSO Migas Kota Bekasi Terbongkar, IAW: Jangan Ulur Waktu, Seret Kepala Daerahnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Hari Ini Nusron Wahid Dijadwalkan Kembali Dipanggil KPK, GNK Minta Tak Tebang Pilih

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Tri Nusa Bekasi Raya Laporkan Kasus Tunggakan PBJT ke Kejagung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat ESDM Terkait Dugaan Korupsi KSO Migas Bekasi, Kerugian NegaraDitaksir Rp 2 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi BP, Terungkap di Persidangan

Berita Terbaru

Para siswi SMP Negeri 5 Kota Bekasi saat berbelanja di Pasar Tradisional Seroja

Daerah

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:09 WIB