JAKARTA: Tak bisa dipungkiri bahwa Partai yang cukup matang dalam perpolitikan Indonesia adalah Partai Golkar. Salah satu tradisi yang merupakan keberhasilan Partai Golkar secara regenerasi kepemimpinan adalah selalu mengasah intelektual kader dengan mengedepankan nilai nilai menghargai perbedaan dalam dinamika politik internal, menjunjung dialektika sebagai instrumen pendewasaan intelektual kadernya.
Salah satu contoh adalah sosok kader muda golkar yang selalu kontroversi dan berbeda pandang dengan Ketua Umum PG Airlangga Hartarto yakni Bung Syamsul Rizal Hasdy.
Kalau dilihat secara kaderisasi organisasi Partai Golkar, Syamsul Rizal Hasdy sama sama dengan Airlangga sebagai kader Kosgoro. Disaat Airlangga memimpin sebagai Ketua Umum Barisan Muda Kosgoro (BMK 57), Syamsul adalah anak buah Pak Airlangga, pada saat periode Airlangga maju sebagai Calon Ketua Umum bahkan ketika menjadi Plt Ketua Umum PG, syamsul total mendukung Full Pak Airlangga.
Ada yang uniknya setelah Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum PG hasil munas menggantikan Pak Novanto, Syamsul mengambil peran diluar struktur dan selalu mengkritik Airlangga, dan saat Munas berikutnya Syamsul mengambil pilihan mendukung Bambang Soesatyo melawan Mantan Ketua Umum BKM 57 nya Airlangga Hartarto.
Sebuah dinamika kaderisasi yang patut diacungkan jempol kepada Partai Golkar saat ini adalah Kembalinya Kader-kader Kontroversi ini mendukung terus kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.
Syamsul Rizal menegaskan bahwa Secara Organisasi Partai Golkar dan Segenap Kader harus berterima kasih kepada Airlangga Hartarto. Apalagi kata Syamsul ternyata banyak senior dibelakang layar yang dulunya sempat ragu dengan kepemimpinan Airlangga Hartarto saat ini semua terbantahkan karena Fakta politik menunjukan bahwa Airlangga Hartarto berhasil melewati segala ombak, hujan badai, arus dan gelombang yang menerpanya.
“Kapal Besar PG berhasil dikemudikan Mas AH bahkan sandar dipelabuhan tujuan dengan semua muatan kapal tetap utuh dan semua ABK kapal (PG) tetap solid sampai saat ini,” kata Syamsul saat ditemui saat dihubungi awak media, Jumat,(12/4/2024).
Lebih lanjut, Syamsul juga mengapresiasi Ketua Umum PG Airlangga Hartarto atas keberhasilannya sebagai ketua umum yang gagah mengomandoi kemenangan Capres 02 Prabowo Gibran.
“Tak bisa dipungkiri bahwa hasil komunikasi politik Mas AH yang baik dan solid disemua kalangan kemenangan capres 02 searah dengan kemenangan Partai Golkar yang dipimpin Mas AH. Oleh karena itu sebagai junior saya mengajak dan menghimbau kepada segenap senior dan kader untuk tetap kita solid mengawal Ketum PG Mas AH sampai akhir periodenya, melakukan konsolidasi internal dari tingkat bawah sampai elit PG dan sepakat beradasarkan azas musyawarah mufakat dan gotong royong kita jadikan kembali Mas AH untuk melanjutkan kembali kepemimpinan nya,” tutur MSR sapaan akrab Syamsul Rizal.
Mantan Wasekjen DPP AMPI ini juga menegaskan, sosok Airlangga Hartarto adalah sosok tokoh muda yang masih pantas untuk menjadi Capres 5 tahun mendatang.
“Dengan keberhasilan Mas AH saat ini, apalagi mas AH juga masih muda saya mempunyai keyakinan 5 tahun mendatang Mas AH akan memimpin negara ini,” ucap Syamsul menegaskan.
Syamsul Rizal juga menegaskan agar Capres terpilih Prabowo Subianto sebagai Kader Idiologis Golkar yang pastinya sangat memahami suasana kebatinan politik Partai Golkar berharap semoga Prabowo Subianto tetap langgeng dengan Partai Golkar.
“Tentunya dibawah kepemimpinan Mas AH untuk Indonesia Raya yang lebih baik kedepan demi terwujudnya Indonesia sebagai Negara yang Baldatun Taibatun Warabbun Gafur,” Tutup MSR dalam wawancaranya.***






