Sejumlah Kecamatan di Kota Bekasi Dikepung Banjir, Tri Adhianto Dituding Gagal Kelola Tata Ruang

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketinggian air sepinggang orang dewasa di komplek Mas Naga Bekasi Selatan. Foto: dok. Mediakarya

Ketinggian air sepinggang orang dewasa di komplek Mas Naga Bekasi Selatan. Foto: dok. Mediakarya

KOTA BEKASI, Mediakarya –  Hujan lebat yang melanda wilayah Kota Bekasi sejak pagi hari, membuat beberapa titik mengalami banjir. Tercatat oleh BPBD Kota Bekasi, banjir terjadi hampir di semua wilayah di Kota Bekasi.

Hingga pukul 14:30 wib, BPBD Kota Bekasi mencatat 7 kecamatan mengalami banjir dengan ketinggian 20-90 cm. Salah satunya banjir juga terjadi di Perum Bumi Bekasi Baru, kelurahan Sepanjang Jaya, kecamatan Rawalumbu.

Salah satu warga, Selly (42) menuturkan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 10:00 wib. Air masuk kedalam rumah sehingga membuat sejumlah barang di dalam rumahnya rusak.

“Sekarang sih agak surut, tapi kalau hujan lagi ya nggak tahu juga ini,” katanya kepada media, Kamis (22/01/26).

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi memang terjadi beberapa hari belakangan. Genangan air juga terjadi sejak beberapa hari di sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Inilah sejumlah wilayah di Kota Bekasi yang hingga saat ini masih tergenang banjir;

📍 Lokasi terdampak genangan (sementara):

1. Rawalumbu

  • Perum. Taman Narogong Indah (40 – 60 cm)
  • Perum. PHP (-+ 40 cm)
  • Perum. Bumi Bekasi Baru Utara (50 – 70 cm)

2. Pondok Gede

  • Perum. Jatibening Permai (90 cm, 2 Pompa Aktif)

3. Jatiasih

  • -Perum. Dosen IKIP (70 cm)

4. Bekasi Utara

  • Kali Abang Rorotan (1 Atap Rumah Roboh)
  • Bulak Perwira 2 (5 – 20 cm)
  • Kantor Kecamatan Bekasi (10 – 30 cm)
  • SMPN 21 (20 – 50 cm)

5. Bekasi Selatan

  • Perumahan Pulo Permatasari RW 19 Pekayon Jaya (30-90 cm)
  • Rw.011, Jaka Mulya (20 – 30 cm)

6. Mustika Jaya

  • Perum. Mayang Pratama (-+ 5 cm)

7. Bekasi Barat

  • Perumnas Rw.006 (70 – 80 cm)

Sedangkan untuk wilayah lain saat ini masih dalam pendataan oleh BPBD Kota Bekasi. BPBD Kota Bekasi juga telah mengerahkan tim Reaksi Cepat ke berbagai lokasi banjir serta melakukan assessment, pemantauan dan pengendalian genangan.

Baca Juga:  Kepala BP2MI Klarifikasi Penggunaan Akronim PMI

Wali Kota Bekasi Gagal Kelola Tata Ruang

Menanggapi kian meluasnya banjir di Kota Bekasi, analis kebijakan publik, Agus Wahid menilai Wali Kota Bekasi Tri Adhianto gagal memanajemen banjir. Hal itu dipicu akibat kelemahan tata ruang, minimnya pemeliharaan infrastruktur, serta izin pembangunan di daerah resapan air.

“Kegagalan ini, yang juga diperparah oleh deforestasi, menyebabkan kerugian ekonomi dan infrastruktur yang signifikan, bahkan memicu saling lempar tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah,” kata Agus Wahid kepada Mediakarya, Jumat (23/1/2026)

Menurut Agus, pembangunan sejumlah polder yang tersebar di Kecamatan di Kota Bekasi dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir musiman.

Selain itu, kata Agus, selama ini Pemkot Bekasi hanya fokus pada penanganan pasca-bencana daripada mitigasi, atau menyalahkan faktor alam dan masyarakat.

“Penanganan banjir itu diperlukan komitmen serius dalam perencanaan wilayah dan penegakan hukum lingkungan untuk mengatasi masalah,” kata Agus.

Padahal, kata Agus Pemkot Bekasi kerap dikritik karena memberikan izin pembangunan di kawasan resapan air atau dataran banjir, yang mempersempit ruang alir air.

“Sementara itu, kurangnya pengerukan sungai, perbaikan tanggul, dan pembersihan saluran drainase secara berkala menjadi penyebab utama banjir lokal,” katanya.

Kondisi ini diperparah adanya ketidakjelasan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanggulangan banjir, terutama di wilayah seperti Jabodetabek.

“Terkait dengan persoalan banjir yang menjadi langganan, kami menilai Pemkot Bekasi gagal menindak korporasi yang merusak lingkungan (deforestasi) yang berdampak pada peningkatan debit air saat hujan,” pungkasnya. (Edr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Kamis, 24 September 2026 - 07:04 WIB

Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik

Rabu, 23 September 2026 - 19:22 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Berita Terbaru

Kapolres Nias Selatan saat terima perwakilan GMNI

Daerah

Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:48 WIB