Setelah Tak Menjabat Presiden, Popularitas Jokowi Diprediksi Turun Drastis

- Editor

Jumat, 13 September 2024 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi bersama Kaesang Pengarep (Foto: Ist)

Jokowi bersama Kaesang Pengarep (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Masa jabatan Presiden Indonesia Joko Widodo akan berakhir pada 20 Oktober 2024. Namun berdasarkan teori dalam filsafat politik, ada hipotesis yang menyatakan bahwa seorang pejabat publik akan kehilangan aura kebintangannya setelah tak lagi menjabat.

Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan, fenomena yang sering terjadi di Indonesia, di mana popularitas pemimpin menurun seiring dengan berakhirnya masa jabatan mereka.

Dia mengambil contoh dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang saat menjabat memiliki popularitas yang sangat tinggi. Namun, setelah SBY lengser, nama dan prestasinya mulai memudar dari ingatan publik.

“Setelah SBY tidak lagi menjadi presiden, nyaris tidak ada orang yang secara rajin mengingat prestasi-prestasi politik yang dilakukan oleh SBY. Justru yang muncul adalah resistensi dan cerita-cerita buruk yang terkait dengan SBY,” ungkap Adi dalam keterangannya, belum lama ini.

Adi Prayitno juga membandingkan situasi ini dengan Anies Baswedan, yang semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta memiliki aura kebintangan yang kuat, terutama setelah kemenangan dalam Pilkada Jakarta 2017.

Namun, setelah Anies kalah dalam Pemilihan Presiden, popularitasnya juga menurun drastis, dan dukungan politik dari partai-partai yang sebelumnya mendukungnya mulai menghilang.

“Anies kalah dalam Pilpres, aura kebintangannya hilang. Itu terbukti ketika partai-partai yang sejak awal mendukung Anies tiba-tiba berubah arah. Iman politiknya berubah, dan mereka tidak lagi bersama Anies,” ungkap Adi.

Baca Juga:  Mardiono Ungkap Sandiaga Uno Telah Konsultasi dengan Jokowi

“Hingga hari ini, nyaris tidak ada orang yang memuji atau mengingat prestasi dan pemikiran Anies secara signifikan,” sambung dia.

Menurut Adi Prayitno, fenomena serupa kemungkinan besar akan dialami oleh Jokowi setelah masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober mendatang.

Ia meyakini bahwa popularitas Jokowi akan menurun secara signifikan, seperti yang dialami oleh SBY dan Anies.

Meskipun saat ini Jokowi masih memiliki dukungan yang kuat dan prestasi politik yang diakui.

Adi Prayitno memperkirakan bahwa setelah Jokowi tidak lagi menjabat, ingatan publik tentang prestasinya akan mulai memudar, dan kritik-kritik terhadap kebijakannya akan lebih sering muncul di ruang publik.

Prediksi ini mencerminkan pola umum di mana popularitas pejabat publik di Indonesia sering kali menurun setelah mereka tidak lagi berkuasa.

Aura kebintangan yang dimiliki oleh seorang pemimpin biasanya erat kaitannya dengan kekuasaan yang mereka miliki, dan setelah kekuasaan itu hilang, daya tarik politiknya juga perlahan memudar.

“Saya termasuk yang meyakini bahwa setelah tanggal 20 Oktober, aura kebintangan Jokowi akan hilang,”ucapnya. **

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kadispora Kota Bekasi Diduga Terima Mobil Dari Swasta, Ini Kata Pakar
GNK: Kebesaran NU Dibangun dari Kedekatan dengan Umat, Bukan Penguasa
Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:58 WIB

Kadispora Kota Bekasi Diduga Terima Mobil Dari Swasta, Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 08:32 WIB

GNK: Kebesaran NU Dibangun dari Kedekatan dengan Umat, Bukan Penguasa

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik

Berita Terbaru

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan RUU APBN Tahun 2027. Pengesahan digelar pada Rapat Paripurna ke-7. (Foto/TV Parlemen)

Nasional

APBN 2027 DPR Ketok Palu 4.106 Triliun Rupiah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:36 WIB