“Mulai dari sekaranglah kami mengajak, marilah semua kita saling menyadari, betapa kita harus menjaga keutuhan dan persatuan negara kita. Jangan sampai terpecah belah karena akan merugikan bangsa secara keseluruhan,” kata Siti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Siti menyampaikan hal itu saat membuka Forum Komunikasi Publik (FKP) dalam rangka Sarasehan Kehumasan MPR RI, kerja sama antara MPR dan Pondok Pesantren As-Siddiqiyyah, di Gedung Mendopo Kesari, Jembrana, Bali, Senin (3/7).
Sarasehan itu mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Menjunjung Tinggi Keberagaman, Menegakkan NKRI”.
“Tema yang diusung kali ini di Bali, menurut saya, sangat cocok dengan kondisi menjelang tahun politik 2024,” tambahnya.
Dia menjelaskan sarasehan kehumasan itu merupakan salah satu upaya MPR untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, agar tetap menjaga kebinekaan dan eksistensi bangsa.
Selain itu, Siti menambahkan bahwa MPR RI siap memberikan akses kepada masyarakat, termasuk bagi mereka yang ingin berkunjung ke fasilitas perpustakaan MPR RI atau sekadar menikmati pemandangan gedung bersejarah MPR RI.
“MPR sudah banyak menerima kunjungan wisata pendidikan, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya, dikutip dari antara.
Bagi masyarakat yang tidak bisa berkunjung secara langsung, MPR membuka akses informasi di berbagai platform resmi media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan laman resmi www.mpr.go.id.
“Ada satu lagi, yakni aplikasi Buku Digital MPR, yang berisi semua hal tentang MPR dan semua produk-produknya. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Playstore Android,” jelasnya.
Siti berharap sarasehan kehumasan MPR di Bali itu bisa bermanfaat dan menambah wawasan para peserta tentang kebangsaan Indonesia.
“Mari kita jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI dengan berpegang teguh kepada Pancasila,” ujarnya. (q2)










