JAKARTA, Mediakarya – Polemik balap mobil listrik yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 2022 terus bergulir.
Ancaman yang dilontarkan Fraksi PDIP akan melakukan pencoretan terhadap anggaran formula E ditanggapi santai fraksi pendukung Anies Baswedan di pilkada lalu.
“Memangnya di DPRD DKI hanya fraksi PDIP dab PSI saja. Masih ada 7 Fraksi lain kaleeee,” sindir Ketua Fraksi Gerindra, Rani Mauliani kepada media, Rabu (5/9).
Politisi yang terpilih dari dapil Jakbar itu mengungkapkan, proses untuk mencoret pengajuan anggaran dalam pembahasan APBD DKI memiliki mekanisme.
Tentunya, kata anggota Komisi E itu, setiap fraksi memiliki kewenangan yang sama dalam hal menolak dan menerima anggaran yang diajukan oleh Pemda.
“Kalau mau main coret, coret saja. terserah. Tapi kan semua ada mekanismenya,” papar Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta itu.
Berbeda, Wakil Ketua Fraksi Golkar Taufik Azhar meyakini jika anggaran formula E tidak akan ada dalam APBD 2022. Sebab, dalam paparan yang disampaikan fraksi Gerindra. Pembiyaan balap mobil listri teraebut akan ditanggung oleh pihak ketiga.
“Mau coret dimana, karena kemungkinan tidak akan ada dalam APBD 2022. Nantinya pembiayaan itu pihak ketiga yang menanggung. Sponsor itu,” bebernya.
Meski begitu, kader senior partai Beringin itu meminta agar PDIP lebih bijak dalam menyikapi perbedaan penggunaan hak interpelasi.
“Kalau memang anggaran formula E ada dalam APBD. Saya kira perlu duduk bersama lah untuk membicarakan kajiannya seperti apa?. Tidak boleh sepihak dong mau main coret saja,” ujarnya. (Ian)






