Tokoh Parpol Diminta Mulai Waspadai Kampanye Hitam

- Penulis

Kamis, 16 Desember 2021 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemilu

Ilustrasi Pemilu

JAKARTA, Mediakarya  – Meskipun pemilihan presiden (Pilpres) masih tiga tahun mendatang, diperkirakan dalam beberapa bulan kedepan kosntelasi politik akan menghangat.

Seperti propaganda hitam yang sengaja dilakukan oleh lawan dan kawan politik baik internal maupun eksternal partai politik mulai dimainkan.

Pengamat sosial dan komunikasi politik  Bambang Istianto mengungkapkan, terkait konstelasi politik menjelang Pilpres, yang menarik untuk dicermati justru konstelasi politik di internal partai.

Wakil ketua asosiasi ilmuwan administrasi negara (Asian) ini mencontohkan adanya persaingan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani tidak terelakkan, menggelinding sulit terbendung.

Masing masing kubu melempar bola panas dan isue yang sensitif. Bahkan tidak segan-segan menjadi komoditi untuk mempengaruhi opini publik.

Demikian pula kandidat Pilpres lain misalnya Airlangga Hartarto juga tidak terhindar dari isu miring dan sensitif menyangkut kehormatan dan kewibawaannya.

Baca Juga:  Perintah Airlangga untuk Kader Golkar: Mesin Partai Harus Panas, Jangan Dimatikan

“Karena itu bagi siapapun yang muncul di publik apalagi yang dikeluarkan dari lembaga survei sebagai kandidat presiden dan wakil presiden tentunya harus siap menjadi ajang permainan isu yang menerpa dirinya,” ujar Bambang yang juga direktur CPPS Indonesia ini kepada mediakarya.id, Kamis (16/12/2021).

Hal itu, kata dia, dipastikan akan mengganggu kenyamanan tokoh yang akan maju pada Pilpres mendatang. Bahkan tidak mustakhil dapat dijatuhkan harga diri dan martabatnya dari terpaan isu moral.

Oleh karea itu ia menyarankan agar seluruh kandidat Capres mewaspadai dan membentengi diri dari permainan isu dan propaganda hitam yang nantinya bisa menerpa dirinya.

“Kewaspadaan tersebut tentunya dilakukan melalui pembentukan tim yang tangguh dalam pertarungan opini tersebut,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang
Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum
IPPS Indonesia Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Antarpenegak Hukum
Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan
Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, Febrie Klarifikasi Temuan Uang dan Emas
Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka
IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro
IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:09 WIB

PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:10 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:00 WIB

Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, Febrie Klarifikasi Temuan Uang dan Emas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02 WIB

Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 20:52 WIB