JAKARTA, Mediakarya – Meskipun pemilihan presiden (Pilpres) masih tiga tahun mendatang, diperkirakan dalam beberapa bulan kedepan kosntelasi politik akan menghangat.
Seperti propaganda hitam yang sengaja dilakukan oleh lawan dan kawan politik baik internal maupun eksternal partai politik mulai dimainkan.
Pengamat sosial dan komunikasi politik Bambang Istianto mengungkapkan, terkait konstelasi politik menjelang Pilpres, yang menarik untuk dicermati justru konstelasi politik di internal partai.
Wakil ketua asosiasi ilmuwan administrasi negara (Asian) ini mencontohkan adanya persaingan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani tidak terelakkan, menggelinding sulit terbendung.
Masing masing kubu melempar bola panas dan isue yang sensitif. Bahkan tidak segan-segan menjadi komoditi untuk mempengaruhi opini publik.
Demikian pula kandidat Pilpres lain misalnya Airlangga Hartarto juga tidak terhindar dari isu miring dan sensitif menyangkut kehormatan dan kewibawaannya.
“Karena itu bagi siapapun yang muncul di publik apalagi yang dikeluarkan dari lembaga survei sebagai kandidat presiden dan wakil presiden tentunya harus siap menjadi ajang permainan isu yang menerpa dirinya,” ujar Bambang yang juga direktur CPPS Indonesia ini kepada mediakarya.id, Kamis (16/12/2021).
Hal itu, kata dia, dipastikan akan mengganggu kenyamanan tokoh yang akan maju pada Pilpres mendatang. Bahkan tidak mustakhil dapat dijatuhkan harga diri dan martabatnya dari terpaan isu moral.
Oleh karea itu ia menyarankan agar seluruh kandidat Capres mewaspadai dan membentengi diri dari permainan isu dan propaganda hitam yang nantinya bisa menerpa dirinya.
“Kewaspadaan tersebut tentunya dilakukan melalui pembentukan tim yang tangguh dalam pertarungan opini tersebut,” ucapnya.











