Viral Pilihan Hidup Childfree alias Ogah Punya Anak, Ini Kata BKKBN

- Penulis

Selasa, 7 September 2021 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Belakangan ini, istilah ‘childfree marriage’ atau menikah tanpa memiliki anak, banyak diperbincangkan di media sosial. Sejumlah selebriti hingga influencer bahkan blak-blakan tentang keputusannya untuk childfree.

Fenomena ini turut disoroti oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, timbulnya isu ini ke publik dapat mendorong masyarakat agar lebih mengenal hak-hak reproduksi, dan untuk mengenal tanggung jawab suatu pasangan dalam satu keluarga.

Terkait hal ini, Hasto mengungkapkan bahwa memiliki anak atau tidak merupakan hak dan pilihan dari masing-masing pasangan. Oleh karena itulah sebelum memutuskan untuk menikah, perlu dilakukan perencanaan pernikahan yang kuat.

“Setiap pasangan calon pengantin sebaiknya melakukan perencanaan pernikahan agar memiliki visi dan misi pernikahan yang sama,” kata Hasto, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (6/9/2021).

Dia menjelaskan, perencanaan pernikahan penting agar calon pasangan dapat mengetahui konsep ideal pernikahan. Mulai dari usia pernikahan ideal, kesiapan finansial, fisik, mental dan emosi, hubungan antarpribadi, keterampilan hidup, hingga kesiapan intelektual.

“Berbagai bekal dalam perencanaan pernikahan melalui kursus pranikah itu dapat menjadi modal dalam pengambilan keputusan untuk memiliki anak atau tidak, serta hal-hal lain saat menjalani kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Meski keputusan untuk childfree ada di tangan setiap pasangan, namun Hasto mengingatkan terkait dampaknya pada struktur penduduk di suatu negara. Dia mengatakan, kondisi  tersebut juga berpotensi berdampak pada rasio ketergantungan atau rasio beban tanggungan (dependency ratio).

Baca Juga:  PMPRI Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual Pengeroyok Haris Pratama

Dependency ratio merupakan angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia non produktif (penduduk di bawah 15 tahun dan penduduk di atas 65 tahun) dengan banyaknya penduduk usia produktif (penduduk usia 15 – 64 tahun).

“Semakin tinggi dependency ratio menggambarkan semakin berat beban yang ditanggung oleh penduduk usia produktif karena harus mengeluarkan sebagian pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan penduduk usia non produktif, dan sebaliknya. Keadaan ini tentu saja dapat menjadi indikator maju atau tidaknya ekonomi suatu negara,” kata dia.

Hasto mengungkapkan, apabila banyak pasangan memutuskan untuk tidak memiliki anak, maka akan berpengaruh pada jumlah penduduk usia non produktif yang meningkat beberapa tahun ke depan. Hal tersebut, sambung dia, dapat menyebabkan tingginya rasio ketergantungan.

“Tingginya rasio ketergantungan dapat menjadi faktor penghambat pembangunan di negara berkembang termasuk di Indonesia, karena sebagian dari pendapatan yang diperoleh dari golongan produktif, terpaksa harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan kelompok yang belum dan sudah tidak produktif,” ujarnya.(HDS)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
Diduga Dimintai Uang Pengganti Aspal, Korban Mobil Terbakar di Tol Cijago Lapor Kementerian PUPR
Bupati Bekasi Ditahan KPK, LPKAN Soroti Kepala DLH yang Jadi Tersangka tapi Masih Menjabat
Dirut PDAM Tertidur Saat Rapat, Penganat Sebut Pimpinan Pansus Pihak Paling Bertanggungjawab
BPKN RI Tanggapi Viral Kasus Tumbler Konsumen yang “Hilang” di KRL
Viral Dirut Perumda Tirta Patriot Tertidur Saat Rapat, Pembelaan Politisi Gerindra Dibantah Video
Woow, Menkeu Purbaya Endus Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkot Bekasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:00 WIB

Diduga Dimintai Uang Pengganti Aspal, Korban Mobil Terbakar di Tol Cijago Lapor Kementerian PUPR

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:42 WIB

Bupati Bekasi Ditahan KPK, LPKAN Soroti Kepala DLH yang Jadi Tersangka tapi Masih Menjabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:53 WIB

Dirut PDAM Tertidur Saat Rapat, Penganat Sebut Pimpinan Pansus Pihak Paling Bertanggungjawab

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB