Wabup Fauzi Yusuf Sampaikan Potensi Perikanan Aceh Utara

- Editor

Rabu, 8 September 2021 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf saat menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Malikussaleh Kecamatan Muara Batu, Selasa, (7/9/2021)

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf saat menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Malikussaleh Kecamatan Muara Batu, Selasa, (7/9/2021)

ACEH, Mediakarya – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Malikussaleh Kecamatan Muara Batu, Selasa, (7/9/2021) kemarin.

Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) dalam rangka kunjungan kerja ke lokasi budidaya udang vaname sistem klaster di Kabupaten Aceh Timur. Sebelum bertolak dengan helikopter ke Aceh Timur, Menteri KP sempat singgah sejenak di ruang tunggu VIP Bandara Malikussaleh.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf untuk memaparkan potensi perikanan daerah ini sekaligus diusulkan ke Kementerian untuk rencana pembangunan ke depan.

Beberapa potensi perikanan di wilayah Aceh Utara sangat prospek dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di antaranya adalah pengembangan infrastruktur PPI Krueng Mane, pengembangan tambak air payau milik rakyat, dan pembangunan klaster udang vaname.

“Ini sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat karena keterbatasan anggaran di Pemerintah Daerah. Semua potensi ini kita sampaikan kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan,” ungkap Fauzi Yusuf.

Lebih jauh, Fauzi menyampaikan potret kelautan dan perikanan Aceh Utara beserta pemasalahan yang dihadapi terkait perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Terkait dengan kondisi pelabuhan perikanan PPI Krung Mane hingga saat ini belum optimalnya infrastruktur pelabuhan, sementara investasi yang telah dikucurkan sejak tahun 2016 hingga sekarang hampir mencapai Rp60 miliar bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), APBA dan APBK.

“Pelabuhan PPI ini sangat potensial, karena memiliki luas 6 hektar dan mampu menampung 400 unit kapal jenis 5 GT – 30 GT, begitu juga daratannya mencapai 4 hektar yang dapat dimanfaatkan untuk membangun industri pengolahan hasil perikanan,” sebut Fauzi Yusuf.

Menurut Fauzi, lebih dari 20 persen penduduk Aceh Utara bermata pencaharian di sektor perikanan dan kelautan, baik sebagai petani tambak maupun nelayan tangkap. Wilayah Aceh Utara memiliki panjang garis pantai 55 Km yang melintasi delapan kecamatan di kawasan pesisir.

“Sebanyak 9.000 nelayan sangat menggantungkan hidupnya dari laut dan pesisir, tentunya dengan hadirnya infrastruktur perikanan yang memadai akan dapat mendongkrak pendapatan masyarakat pesisir dan nelayan,” kata Fauzi Yusuf yang turut didampingi Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Syarifuddin, ST.

Pada kesempatan itu Wabup Fauzi Yusuf juga memaparkan tentang potensi perikanan budidaya di daerah ini yang memiliki luas areal pertambakan air payau mencapai 12.000 hektar dan tambak air tawar 350 hektar.

Baca Juga:  Ekonomi Heterodoks Mazhab Tebet: Jalan Pembebasan Lewat Ekonomi Konstitusi

Selama ini dilakukan budidaya komoditas ikan bandeng, kakap putih, mujair/nila, kepiting, udang windu, udang galah dan udang vaname, yang sebagian besar masih dikelola secara alami oleh masyarakat.

Untuk mendongkrak potensi perikanan budidaya maka perlu dilakukan perbaikan dan penataan pertambakan, perbaikan saluran, penyediaan benih berkualitas, ketersediaan hatcery, ketersediaan pakan yang terjangkau, serta pemanfaatan teknologi, seperti pengelolaan budidaya udang vaname kolam terpal/klaster yang dikembangkan oleh Kementerian KP di Aceh Timur.

“Ke depan kami juga ingin mendapat kesempatan seperti kabupaten tetangga, di mana kami memiliki tambak dinas seluas 22 hektar yang akan kami ajukan sebagai pilot project budidaya udang vaname kolam terpal,” kata Syarifuddin.

Mengingat keterbatasan anggaran, kata Syarifuddin, maka dalam kesempatan itu pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri KP dan Staf Ahli Menteri untuk mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain disambut oleh Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf, kunjungan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono juga disambut oleh Asisten III Sekda Aceh Dr Iskandar AP, MSi, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, dan Kepala Biro Organisasi Setda Aceh Daniel Arca AKs, MSi.

Setelah beberapa saat singgah di ruang tunggu Bandara Malikussaleh, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dan rombongan langsung bertolak ke Aceh Timur dengan menggunakan helikopter.

Sementara yang tidak ikut mendampingi Menteri ke Aceh Timur, yaitu Staf Khusus Bidang Hubungan Luar Negeri Edy Putra Irayady, Staf Khusus Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Irjen Pol Drs Victor Gustaaf Manoppo, MH, Staf Khusus Bidang Humas dan Komunikasi Publik Wahyu Muryadi dan beberapa staf lainnya.

Mereka memanfaatkan waktu dengan mengunjungi beberapa objek bersejarah dan kawasan kuliner di sekitar Kota Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara.

Didampingi oleh Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Syarifuddin, ST, mereka menikmati kopi gayo arabica dengan suguhan kue timphan khas Aceh di warkop kawasan Krueng Geukuh, selanjutnya shalat dhuhur di Masjid Raya Bujang Salim.

Mereka juga berziarah ke makam ulama dan tokoh pejuang kemerdekaan Bujang Slamat, yang pernah diasingkan oleh Kolonial Belanda ke Irian Jaya. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan
Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru
Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81
Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan
Dituding Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen, Manajer SPBU di Amandraya Malah Merespons Defensif
Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Strukturalis di Nusantara Centre)

Headline

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Okt 2026 - 05:15 WIB