BEKASI, Mediakarya – Kemacetan parah sepanjang sekitar dua kilometer terjadi di titik pertigaan Jalan Burangkeng Setu yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Rabu (6/5/2026). Kondisi ini dikeluhkan berbagai pihak, mulai dari warga yang melintas menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi, hingga sopir truk sampah yang turut terdampak antrean panjang di TPA Burangkeng.
Kemacetan diduga dipicu oleh dua faktor utama, yakni penyempitan jalan di titik pertigaan dan antrean kendaraan yang menuju TPA Burangkeng. “Macetnya parah, udah hampir dua kilometer. Mau lewat aja susah, padahal ini jalan yang saya lewati setiap hari,” ujar seorang warga yang melintas di lokasi.
Di tengah kepadatan lalu lintas yang terjadi, muncul pula sebuah insiden. Sebuah truk berukuran besar menyenggol tembok rumah warga yang berada di sekitar Jalan Burangkeng Setu.
“Truk besar maksa lewat, akhirnya nyenggol tembok rumah orang. Kalau dibiarkan terus seperti ini, bisa bahaya,” kata warga lainnya yang menyaksikan kejadian tersebut.
Warga pun menyuarakan harapannya agar pihak UPTD TPA Burangkeng tidak tinggal diam. Mereka meminta agar petugas turut aktif mengatur lalu lintas di titik pertigaan Jalan Burangkeng Setu, sehingga kemacetan serupa tidak kembali terulang. “Jangan sampai warga yang mau aktivitas sehari-hari malah terhambat terus,” tegasnya.
Di samping itu, panjangnya antrean kendaraan di Jalan Burangkeng Setu tak lepas dari kondisi di dalam TPA Burangkeng sendiri.
Asep, salah seorang sopir truk sampah, mengungkapkan bahwa antrean panjang terjadi karena keterbatasan titik pembuangan di dalam TPA. “Buangan di TPA cuma satu, infonya alasannya karena (keterbatasan) BBM,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, tambah Asep, para sopir truk sampah terpaksa mengantre berjam-jam di lokasi, bahkan ada yang harus menginap di TPA Burangkeng. (Pri)










