Wow! Nara Puncak Terapkan Sistem Integrated Farming Pada Pertanian Sayur di Bogor

- Penulis

Kamis, 18 April 2024 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Daerah puncak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan kualitas tanah yang baik untuk industri pertanian. Suasana yang sejuk karena berada pada ketinggian, dapat menghasilkan bermacam-macam hasil bumi, seperti sayuran dan tanaman lainnya.

Melihat potensi pertanian yang cukup bagus itu, sebuah kawasan agronomi bernama Nara Puncak yang terletak di Kecamatan Megamendung kini tengah mengembangkan pertanian organik dengan sistem Integrated Farming. Nama Nara sendiri sudah tidak asing dalam dunia pertanian organik dan edukasi wisata perkebunan, yakni Nara Kupu Village di Kota Depok dan Nara Kupu Jogja di Sleman, DIY.

“Nara Puncak ini adalah bagian dari Nara Kupu Village yang ada di Depok, dan ada juga Nara Kupu Jogja di DIY. Nah saat ini kami juga mengembangkan sistem Integrated Farming di Megamendung Bogor dan sudah sekitar tiga bulan berjalan,” ujar Field Manager Nara Puncak, Deni Efriyansah dalam keterangannya, Kamis (17/4/2024).

“Dari mulai perencanaan pembukaan lahan, pengolahan Lahan, pembuatan pupuk organik, penyemaian benih tanaman penanganan panen sampai pemasaran produk ke wilayah ibu kota DKI jakarta,” sambungnya.

Lebih lanjut Deni menjelaskan, Nara Puncak mengembangkan pertanian menggunakan dua sistem terdiri dari sistem olah tanah dan sistem hidroponik. Sementara itu, kata Deni, Komoditas yang dibudidayakan Kebun Nara Puncak saat ini terdiri dari tanaman Pakcoy, tomat, terong, cabai dan tanaman lainnya.

Menurut Deni, di Indonesia kini hanya sekitar 29 persen lahan pertanian yang memiliki kandungan bahan organik dua sampai tiga persen. Sementara itu, lanjutnya, hanya ada enam persen lahan pertanian yang mengandung bahan organik di atas tiga persen.

Baca Juga:  Politisi PDIP Minta Menteri ATR/BPN "Bersih-Bersih" Institusinya

“Nara Puncak memproduksi pupuk organik sendiri, terdiri dari Pupuk organik eco enzim, pupuk organik POC/ pestisida nabati dan kompos organik untuk menjaga kesuburan tanah dan keadaan tekstur tanah itu sendiri,” jelasnya.

Deni menegaskan, pihaknya terus melakukan uji coba untuk mengembangkan pertanian Integrated Farming System melalui perlakuan pertanian dari hulu ke hilir dengan menerapkan pertanian organik, memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungan kebun, sehingga dapat memproduksi sayuran sehat dan siap saji bagi konsumen.

“Ke depan konsep Nara Puncak juga akan mengikuti Nara Kupu Village atau Nara Kupu Jogja. Dimana bukan saja pertanian sayuran organik, tapi juga ada penangkaran rusa, unggas dan lain-lain. Bahkan juga nanti menjadi tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah dan sebagainya,” ungkap Deni.

Deni pun mengaku optimis lantaran saat ini permintaan pasar terhadap sayuran organik terus meningkat, seperti halnya di Jakarta. Deni juga mengajak kalangan milenial untuk mulai menggeluti dunia pertanian organik, terutama dalam memanfaatkan lahan lahan kosong di perkotaan menggunakan sistem hidroponik.

“Bertani organik itu juga bisa mengurangi sampah kosmos ya jadi tidak ada sampah organik lagi, kemudian juga bisa mengurangi penggunaan plastik. Dan kami pun terbuka bagi teman-teman milenial yang tertarik ingin tahu bagaimana pembuatan pupuk atau pestisida organik, sehingga bisa diterapkan dengan hidroponik di tempat tinggal teman-teman,” pungkasnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto
DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang
Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik
Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak
Junior Roberts Hadir di Cinta Sedalam Rindu, Akui Peran Revan Penuh Tantangan
Jelang Musda KNPI Tokoh Pemuda Kota Sukabumi Gelar Silaturahmi, Sampaikan Pernyataan Sikap
Idrus Marham Sebut Cara Kerja Menteri Golkar Nyata
Hari Bhakti Transmigrasi. Pelita dari Morotai: Merajut Kedaulatan Indonesia dengan Benang New Transmigrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:02 WIB

Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:52 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:32 WIB

Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:58 WIB

Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak

Minggu, 14 Desember 2025 - 07:20 WIB

Junior Roberts Hadir di Cinta Sedalam Rindu, Akui Peran Revan Penuh Tantangan

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper  (Foto: Ist)

Headline

Menlu Iran dan Menlu Inggris Bahas Stabilitas Kawasan Teluk

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kader Posyandu tengah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat (Foto: Istimewa)

Headline

Kader Posyandu Harus Dilibatkan dalam Program MBG

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:49 WIB