YouTube Jawara Channel Hebohkan Bekasi

- Penulis

Rabu, 22 September 2021 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mediakarya – Kanal YouTube “Jawara Channel” cukup fenomenal dan berhasil mencuri perhatian publik. Hal ini terbukti dengan perolehan jumlah viewers dan subscribernya.

“Alhamdulillah, Jawara channel yang masih tergolong baru dan baru dirilis sekitar sebulan lalu ini sudah mendapatkan banyak perhatian masyarakat luas, dan mampu membius penonton yang tidak ada bosannya untuk melihat Jawara Channel,” kata Wawan Joag, salah satu personel dari tim Jawara Channel kepada awak media, Rabu (22/9/2021).

Dia mengungkapkan, keberhasilan itu tak lepas dari kepiawaian Ustadz Herman Haromaen sebagai host dan Agus kuncir sebagai produser sekaligus kreatif pengambilan gambar. Tak hanya itu, Jawara Channel juga mendapat dukungan dari komunitas jawara dan pendekar Bekasi.

“Ustadz Herman salah seorang Dai TV One dan Bang Agus Kuncir sangat totalitas dan profesional. Kami juga sangat mengapresiasi kepada kawan-kawan komunitas jawara dan pendekar Bekasi yang begitu antusias dengan adanya Jawara Channel,” ujarnya.

Baca Juga:  Kadiv Imigrasi Minta Anggotanya Lebih Cermat Awasi WNI ke Luar Negeri

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, Jawara Channel mengusung tema sejarah, seni, budaya dan dakwah di Bekasi. Dengan mengangkat tema tersebut, Jawara Channel diharapkan mampu membangkitkan semangat cinta ulama dan budaya.

“Bukan saja di wilayah Bekasi, bahkan kini responnya hingga dari mancanegara,” ungkapnya.

“Semoga langkah kecil ini bisa menjadi sebuah langkah besar di kemudian hari. Mohon dukungan doa dan restunya dengan cukup men-subscribe Jawara Channel.

Semoga dukungan teman-teman semua memberikan semangat dan menginspirasi tim Jawara Channel untuk tetap istiqomah dalam ‘Berdakwah di Kampung Jawara’ dengan slogan santun, bersahabat dan bermartabat,” tambah Wawan. (Sygy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati
Jejak Properti: Siapa Tan Kian, Mengapa Namanya Muncul, Apa Keterkaitannya dengan Perkara Ini?
Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum
Pembangunan RSUD Cerah Medika Belum Rampung, Ketua PPN Nias Barat Ingatkan Publik Tak Terkecoh Opini Menyesatkan
Kasus Pengeroyokan Temui Titik Terang, Tiga Pelaku Akhirnya Diringkus Polsek Lolowau
Kartini, Perempuan yang Mengajarkan Bangsanya Bermimpi
Ketua DPRD Soroti Rencana Pemkot Bekasi Akan Relokasi PPPK Menjadi Tenaga Guru
Geledahan Lokasi Terkait Jampidsus: Tanggapan Resmi, Fakta Pengamanan, dan Ujian Sistemik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:50 WIB

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:05 WIB

Jejak Properti: Siapa Tan Kian, Mengapa Namanya Muncul, Apa Keterkaitannya dengan Perkara Ini?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:49 WIB

Pembangunan RSUD Cerah Medika Belum Rampung, Ketua PPN Nias Barat Ingatkan Publik Tak Terkecoh Opini Menyesatkan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:22 WIB

Kasus Pengeroyokan Temui Titik Terang, Tiga Pelaku Akhirnya Diringkus Polsek Lolowau

Berita Terbaru

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati

Selasa, 14 Jul 2026 - 07:50 WIB