KOTA BEKASI, Mediakarya – Dalam rangka meningkatkan kekebalan komunitas atau Herd Immunity, Pemerintah Kota Bekasi gencar melakukan vaksinansi door to door berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal tersebut diakui Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sebagai langkah jemput bola bagi warga yang belum divaksin.
“Saat ini vaksinansi door to door sudah mencapai 67 persen lebih. Bahkan ada vaksin yang mau kadaluarsa kita limpahkan melalui Pak Gubernur Jawa Barat agar diberikan kepada Kabupaten atau Kota yang membutuhkan,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Rahmat Effendi menjelaskan, saat ini vaksin yang hampir habis masa kadaluarsanya mencapai 185.000 ribu dari beberapa jenis vaksin yang tersedia di Kota Bekasi.
“Ada sekitar kurang lebih 185.000 ribu vaksin yang hampir kadaluarsa, jenisnya bermacam-macam, mulai dariSinovac, Pfizer, Astrazeneca dan Moderna. Nah, dari vaksin tersebut nanti kita akan lihat mana yang akan kadaluarsa,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Pepen pun berinisiasi kedepannya akan memberikan penghargaan kepada setiap Kecamatan dan Kelurahan yang warganya sudah divaksin keseluruhan.
“Nah, faktor vaksin hampir kadaluarsa itu kan dikarenakan Pemkot Bekasi dikasih stok vaksin terus, apalagi saat ini mencari warga yang belum vaksin agak sulit, maka dari itu Pemkot Bekasi lakukan door to door. Tapi nanti kita akan berikan reward bagi setiap Kecamatan atau pun Kelurahan yang warganya sudah 90 persen divaksin,” pungkasnya. (apl)






