Banjir di PGP Sisakan Lumpur Dan Sampah

- Penulis

Kamis, 17 Februari 2022 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Pasca banjir yang melanda perumahan Pondok Gede Permai, di Jatiasih, warga mulai kembali dari pengungsian sementara ke rumah dan tokonya. Mereka kembali membersihkan sisa-sisa banjir yang meninggalkan sampah dan lumur.

Bambang, salah satu warga PGP menuturkan bahwa selama dirinya tinggal di perumahan itu, ia mengaku sudah terbiasa dalam kondisi seperti itu.

“Jadi kalau untuk banjir, kita sudah tidak kaget ya, karena banjir kota juga tidak sampai berhari-hari, jadi untuk saya sendiri sih wajarlah,” kata Bambang saat diwawancara media pada Kamis (17/02/22).

Air datang sejak pukul 23:00 wib dan mulai surut pagi harinya sekitar pukul 06:00 wib. Ia mendapatkan info naiknya ketinggian air dari grup yang memberikan informasi perkembangan bendungan di Katulampa Bogor.

Seorang warga perumahan Pondok Gede Permai sedang membersihkan lumpur di tokonya usai banjir surut

“Saya sudah bersiap sejak ada info air mau datang ke sini, jadi barang dagangan saya sudah gak ada di sini, tinggal yang ada di rak atas saja,” kata Bambang.

Baca Juga:  Cegah Omicron Saat PTMT, Siswa SMPN 7 Bekasi di Swab Antigen

Ia bersama istrinya membersihkan toko tempat ia berjualan. Sisa lumpur pun nampak hingga ke dalam toko dengan ketinggian 30 cm, padahal tokonya tersebut cukup tinggi dari jalan raya.

“Kalau untuk di jalan sekitar 1,5 meter hampir 2 meter lumpur campur sampah,” katanya.

Ia sendiri hanya mengharapkan bantuan untuk membersihkan lingkungan. Bagi sebagian warga, sebelum banjir tiba, mereka telah bersiap dengan berbagai persiapan logistik untuk keluarganya.

“Untuk bantuan saya rasa, kalau disini yang penting bersih-bersih saja bantuan yang pertama, terutama ketika banjir sudah surut, karena biasanya kami persiapannya sudah matang,” tukasnya. (Mam)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mertua Yuli Yanti Hutagaol, Burhanuddin Bur Maras Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun ‎
Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut
Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik
KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum
Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta
IAW: Kejari Kota Bekasi Tidak Kekurangan Pintu Masuk Ungkap Dugaan Korupsi PD Migas
PT JUP Lakukan Perawatan IPA Hutan Kota, Pelanggan Diimbau Menyiapkan Cadangan Air Selama Pasokan Terganggu
Mantan Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi Ditetapkan Jadi Tersangka Oleh Kejari
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:11 WIB

Mertua Yuli Yanti Hutagaol, Burhanuddin Bur Maras Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun ‎

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:52 WIB

Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:39 WIB

KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:00 WIB

Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta

Berita Terbaru

Tembakau hasil panen petani saat dilakukan proses pengeringan (Ist)

Ekonomi & Bisnis

LPKAN Sampaikan 7 Tuntutan Terkait Wacana Kebijakan Industri Hasil Tembakau

Minggu, 19 Jul 2026 - 09:44 WIB