Presiden PKS Soroti Sejumlah Persoalan Buruh

- Editor

Senin, 28 Maret 2022 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Presiden PKS Ahmad Syaikhu

JAKARTA, Mediakarya – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, melihat banyaknya kebijakan dari pemerintah yang merugikan buruh. Untuk itu, pihaknya melakukan kritik lewat jalur legal terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dan semua peraturan turunannya.

“Buruh saat ini sangat menderita dengan banyaknya kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang merugikan buruh. Lahirnya UU Omnibus Law Ciptaker dan peraturan turunan semua dikritisi oleh PKS melalui jalur yang legal,” ujar Syaikhu lewat keterangan pers, Senin (28/3/2022).

Hal itu dia sampaikan dalam Upacara Penutupan Jambore Buruh Nasional yang digelar Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Ahad (27/3/2022). Pada kesempatan itu, dia menyampaikan upaya PKS dalam memperjuangkan buruh melalui parlemen agar lebih sejahtera.

“PKS mendukung aspirasi buruh dalam legislasi terhadap UU Omnibus Law. Prosesnya banyak masalah dari awal,” kata dia.

Selain itu, dia juga membahas mengenai upaya PKS dalam menentang ketentuan baru tentang Jaminan Hari Tua (JHT) yang baru bisa dicairkan setelah peserta mencapai usia 56 tahun. “Alhamdulillah akhirnya ketentuan tentang JHT 56 tahun dibatalkan. Kita ikut andil menyuarakan,” jelas Syaikhu, dikutip dari republika.

Dia mengajak seluruh peserta yang hadir, buruh atau pekerja yang tergabung dalam PKS, untuk terus menjaga optimisme. Dia menyatakan, apabila PKS menang di pemilu, pihaknya akan memastikan kesejahteraan buruh akan meningkat dengan banyaknya kebijakan yang akan mensejahterakan buruh di kemudian hari.

Baca Juga:  Kapolda Metro Jaya Kembali Sambangi Kota Bekasi, Tinjau Vaksin Lansia

Pada kesempatan itu, Syaikhu juga mengaku bangga dengan kegiatan yang dilakukan Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS. Kegiatan itu menggabungkan tiga hal sekaligus, yakni peningkatan fisik, rohani, dan pengetahuan. Kegiatan itu diikuti ratusan buruh formal dan informal perwakilan dari provinsi dan kantong-kantong buruh di Indonesia.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Nusantara DKI Jakarta Desak Evaluasi Total: Jangan Cuma Bangun Narasi Keberhasilan
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan
Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi
Pakar Ingatkan Istana: 35-40% Suara Tak Puas Bukan Angka Kecil, Jangan Diabaikan
Dari BBM Langka Hingga MBG Bermasalah, Haidar Alwi Dorong Reshuffle Total Kabinet Prabowo

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi

Berita Terbaru