Lestarikan Budaya Lokal, Bahasa Sunda Perlu Diterapkan Dalam Kurikulum Merdeka

- Editor

Rabu, 15 Maret 2023 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mediakarya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menyatakan pentingnya muatan lokal Bahasa Sunda diterapkan dalam kurikulum merdeka mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal.

Hal itu ditegaskan Burhanudin saat menghadiri kegiatan Workshop Seni Sastra dan Budaya di Mega Hotel and Resort Cisarua, Selasa (14/3/23).

Burhanudin mengatakan, implementasi kurikulum merdeka di Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan salah satunya dengan membuat kebijakan bahwa satuan pendidikan anak usia dini wajib mengimplementasikan muatan lokal Bahasa Sunda, Bahasa Sastra dan Seni Budaya Sunda kepada anak didik.

Katanya, untuk mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa sunda di tengah tantangan globalisasi, keberadaan budaya lokal mendapatkan tantangan yang cukup berat untuk bertahan dan berkembang di kalangan generasi muda.

Baca Juga:  Anggota DPRD Minta Semua Pihak Hormati Pengangkatan Pj Bupati Bekasi

“Sehingga memerlukan perhatian kita bersama-sama. Sehingga penting untuk diperkenalkan kepada anak didik sejak dini, untuk melestarikan bahasa Sunda,” terangnya.

Selanjutnya, Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Bogor, Roni Kusmaya menambahkan, bahwa konsep kurikulum merdeka itu berfokus kepada ketiga eksistensi, yang pertama kaitan dengan literasi dan modernisasi. Kedua kebebasan kepada peserta didik dan ketiga kebebasan mengajar kepada guru.

“Kita sudah melaksanakan kurikulum muatan lokal berbasis bahasa Sunda ini sesuai dengan program dari Pancakarsa, berkaitan dengan Bogor Berkeadaban. Hanya mungkin berbeda dengan konteksnya yang diajarkan bukan pelajaran Bahasa Sunda tetapi kuat kaitannya dengan pengenalan. Seperti cara membaca dan PPS kosa kata Sunda,” pungkasnya. (Dodi)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi
Cek Bay Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Bendera Bintang Bulan di Aceh
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka
Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu
NCW Tagih SDABMBK Kabupaten Bekasi, Temuan BPK Rp23,2 Miliar dari 7 Paket Proyek Rp169 Miliar Harus Dijawab Terbuka
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Dari Pemkot Hingga RSUD: Mengapa Pejabat Bekasi Kompak Bungkam Saat Diminta Transparansi?
Sat Lantas Nias Selatan Bidik 11 Pelanggaran Ini Mulai Senin Depan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Cek Bay Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Bendera Bintang Bulan di Aceh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:15 WIB

NCW Tagih SDABMBK Kabupaten Bekasi, Temuan BPK Rp23,2 Miliar dari 7 Paket Proyek Rp169 Miliar Harus Dijawab Terbuka

Berita Terbaru

Para siswi SMP Negeri 5 Kota Bekasi saat berbelanja di Pasar Tradisional Seroja

Daerah

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:09 WIB