JAKARTA, media karya – Proyek pembangunan saringan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta terus berlanjut. Diharapkan proyek tersebut dapat mengatasi masalah sampah saat musim penghujan mengguyur Jakarta.
Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah mengungkapkan proyek pembangunan saringan sampah TB Simatupang kali Ciliwung-Cisadane (BWSCC) ini dimaksudkan agar meminimalisir masuknya sampah dari daerah penyangga saat musim banjir.
“Jadi kalau proyek ini selesai bisa meminimalisir masuknya sampah ke Jakarta yang melintasi sungai Ciliwung,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selass (2/5/2023).
Amir mengaku pembangunan proyek ini bukan tanpa masalah. Pembebasan lahan warga yang terdampak pembangunan proyek senilai Rp 195 miliar cukup menyita waktu.
“Tapi perlahan-lahan mulai teratasi. Untuk lahan yang masuk wilayah kelurahan Gedong, Jakarta Timur info yang saya dapatkan itu dilakukan konsinyasi ke Pengadilan. Sementara untuk lahan yang masuk wilayah Kelurahan Tanjung Barat Jakarta Selatan itu menjadi urusan dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam pembebasan lahannya. Hingga saat ini masih ada beberapa lahan warga yang belum dibayar meskipun sudah ada surat perintah membayar (SPM),” bebernya.
Kemudian lanjut Amir kontraktor proyek tersebut yakni PT PP Presisi KSO PT Runggu Prima Jaya diyakini mampu menyelesaikan proyek saringan sampah tersebut.
“Kontraktor itu kan terpilih berdasarkan lelang elektronik LPSE DKI yang digelar secara terbuka. Tentunya saya harapkan kontraktor dapat mewujudkan amanah yang diberikan dinas LH DKI dengan menyelesaikan proyek tersebut secara maksimal,” ungkapnya. (Dri)











