50 Perusahaan Kesulitan Air Bersih, Perumda Tirta Patriot Tidak  Mampu Melayani

- Editor

Selasa, 20 Juni 2023 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Sekitar 50 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, kesulitan memperoleh air bersih sebagai penunjang operasional perusahaan.  Sementara Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, sebagai penyedia air bersih hingga saat ini tidak mampu melayani kebutuhan air yang diperlukan perusahaan tersebut.
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi didampinggi salah satu anggota pertimbanganya, Triantoro, Senin (19/06/2023) mengungkapkan, saat ini anggota Apindo di wilayah Kota Bekasi berjumlah sekitar 100 perusahaan.
“Jumlah tersebut merupakan perusahaan aktif yang masih beroperasi di wilayah Kota Bekasi,” jelasnya.
Terkait kebutuhan air bersih untuk penunjang operasional perusahaan, hingga saat ini sekitar 50 perusahaan atau setengah jumlah perusahaan yang tergabung dalam Apindo Kota Bekasi, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Bila Perumda Tirta Patriot bisa mensuplai air bersih ke perusahaan, suplai air tersebut akan sangat membantu para pengusaha,, karena perusahaan tidak kesulitan kebutuhan iar bersihnya.
“Kita sudah berupaya mendapatkan air bersih dari PDAM Kota Bekasi, tetapi perusahaan daerah itu belum mampu memenuhi kebutuhan air yang kita butuhkan,” katanya.
Solusi lain guna mendapatkan air bersih untuk operasional perusahaan kita mengambil air tanah, tetapi beberapa tahun terakhir ini pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM  dan Lingkungan Hidup tidak menerbitkan Surat Izin Pemanfaatan Air tanah (SIPA) untuk perusahaan yang berada di lokasi Kranji, Medan Satria dan Pondok Ungu dan sekitarnya, karena lokasi itu masuk  zona merah.
Artinya, perusahaan yang berada di zona merah tidak diizinkan menggunakan air tanah, perusahaan bisa mengambil air tanah bila membuat sumur dengan kedalaman mencapai ratusan meter. Ketentuan ini belum bisa dipenuhi para pengusaha, karena untuk membuat sumur dengan kedalaman ratusan meter tersebut biayanya sangat besar.
Sementara kebutuhan air untuk perusahaan terus berlanjut, walaupun kami kesulitan memperoleh air bersih. Namun para pengusaha di Kota Bekasi tetap berusaha memenuhi kebutuhan airnya, agar oparasional perusahaan tetap berjalan. Sebab bila sampai berhenti  beroperasi dapat mengganggu semuanya termasuk keberadaan para tenaga kerja yang jumlahnya ribuan tersebut.
“Sehubungan masalah ini Apindo Kota Bekasi, berharap dukungan dan bantuan pemerintah pusat maupun daerah agar bisa memberikan solusi terkait kebutuhan air untuk perusahaan ini,” kata Purnomo.(hab)
Baca Juga:  Ditinggal Shalat Subuh, Motor Raib Digasak Maling

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dinamika Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis Ini Ingatkan Potensi Perpecahan
Beri Sinyal Dukungan Kepada Ranny Fahd, Tokoh Senior Golkar Kota Bekasi Gelar Pertemuan
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
Etos Indonesia Institute dan Tri Nusa Bekasi Raya Desak Plt. Bupati Bekasi Copot Dirum Tirta Bhagasasi
Walikota Bekasi Akan Lakukan Tindakan Tegas Kepada Oknum Dishub Yang Pungli
Hadiri Kriyaan Lansia di Kota Bekasi, Mendukbangga Singgung Sekolah Lansia

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:13 WIB

Dinamika Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis Ini Ingatkan Potensi Perpecahan

Jumat, 11 September 2026 - 10:22 WIB

Beri Sinyal Dukungan Kepada Ranny Fahd, Tokoh Senior Golkar Kota Bekasi Gelar Pertemuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB