Hasil Survei Jeblok, Pengamat Sebut Soal Elektabilitas Bukan Tanggung Jawab Airlangga

- Editor

Rabu, 26 Juli 2023 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat politik center for public policy studies (CPPS) Indonesia, Agus Wahid mengatakan, polemik soal elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih di bawah 5 persen hingga berujung pada desakan Munaslub, dinilai lantaran kurang maksimalnya kinerja tim media dan penggiringan opini (MPO) dalam mempromosikan partai maupun Ketua Umum Partai Golkar.

Menurut Agus, jika berbicara keberhasilan dengan capres yang saat ini elektabilitasnya di atas dua digit jelas Airlangga memiliki segudang prestasi. Seperti Ganjar Pranowo yang dinilai elektabilitasnya tinggi, tapi prestasinya saat menjadi gubernur Jawa Tengah banyak dikeluhkan masyarakat.

“Namun model pencitraan dan penggiringan opini yang dilakukan oleh tim Pak Ganjar yang dilakukan secara masif maka dapat mendongkrak elektabilitas gubernur Jateng itu. Artinya, dalam konteks elektabilitas pak Airlangga ini karena MPO Partai Golkar tidak berfungsi secara maksimal,” ujar Agus kepada Mediakarya, Rabu (26/7/2023).

Padahal, jika berbicara prestasi, Airlangga dinilai salah satu menteri di kabinet pemerintahan Jokowi yang berhasil mengendalikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia selama hampir 3 tahun.

Namun karena kurangnya penggiringan opini yang terbangun secara masif, sehingga prestasi dan elektabilitas Airlangga tertinggal jauh daripada Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang tengah digadang-gadang bakal maju sebagai calon presiden dalam kontestasi Pilpres di 2024 mendatang.

Kendati demikian, Agus juga menyayangkan penunjukan Meutya Hafid sebagai MPO di satu sisi di DPR memiliki tanggung jawab yang cukup besar yaitu sebagai Ketua Komisi I, sehingga perannya sebagai Ketua bidang media dan penggiringan opini yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menaikan elektabilitas partai maupun Ketua Umum partai Golkar tidak berjalan dengan baik.

Jadi, lanjut Agus, soal minimnya elektabilitas Ketum Golkar bukan tanggung jawab AIrlangga secara pribadi, melainkan ada bidang yang lain yang ditugaskan untuk mendongkraknya.

Baca Juga:  GNK Sentil Panglima Agus soal Kamtibmas : Jangan Sampai Publik Anggap TNI Ambil Alih Tugas Polri

“Yang harus dievaluasi itu kinerja Ketua MPO bukan Airlangga Hartarto, masa hampir habis masa jabatannya namun elektabilitas Golkar maupun Airlangga Hartarto masih aja jeblok. Dan celakanya elektabilitas Ketum Golkar masih kalah dengan Ridwan Kamil yang baru saja bergabung dengan Partai Golkar. Dan menurut kami wajar karena saat menjabat sebagai gubernur Jabar tim medsos kang Emil cukup aktif,” ungkap Agus.

Seperti diketahui, bahwa kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar mengalami guncangan. Sejumlah kader senior mendorong pergantian ketua umum melalui musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).

Salah satu pertimbangannya yakni elektabilitas Airlangga yang rendah. Selain itu, Airlangga juga dinilai tak mampu menggenjot suara Golkar menjelang Pemilu 2024.

Dewan Pakar Golkar juga telah memberikan tiga rekomendasi kepada Airlangga pada 10 Juli lalu. Pertama Airlangga harus menggelar deklarasi capres sekaligus cawapres paling lambat Agustus 2023.

Kedua Airlangga segera membentuk poros baru di Pilpres 2024 di luar poros KIB yang ada saat ini. Ketiga Airlangga segera menggelar program Airlangga Menyapa Rakyat ke seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah nama kader Golkar seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Bahlil Lahadalia, dan Bambang Soesatyo didorong menjadi ketua umum menggantikan Airlangga jika benar-benar terjadi munaslub.

Luhut mengaku siap menjadi ketua umum jika banyak kader Golkar yang mendukungnya. Begitu juga dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

“Setiap kader yang merasa bertanggung jawab untuk pengabdian kepada partai saya pikir semuanya terpanggil, tetapi lewat mekanisme partai,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/7/2023).

Sementara Wakil Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) tak banyak bicara saat ditanya terkait wacana munaslub Golkar yang telah mencuat.

“Ah itu (Munaslub) adalah domain Ketua Umum, saya hanya Wakil Ketua Umum. Tahun depan jadwal Munas,” kata Bamsoet. (Abdillah)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat
Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Selasa, 22 September 2026 - 11:27 WIB

Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB