Ini Tanggapan Partai Demokrat Soal Rencana Pemprov Untuk Modifikasi Cuaca Di Jakarta

- Editor

Rabu, 23 Agustus 2023 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desie Christiyana

Desie Christiyana

JAKARTA, Mediakarya – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengirimkan surat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengajukan permohonan pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah Jakarta.

Permohonan tersebut disampaikan Heru Budi kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui surat tertulis nomor e-0008/TB.01.00.

Menanggapi itu, Ketua Fraksi Demokrat, Desie Christiyana Sari mempertanyakan prihal anggaran yang bakal digunakan untuk memodifikasi cuaca di Jakarta.
“Berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk melakukan modifikasi cuaca di Jakarta. Berapa titik yang akan dilakukan untuk modifikasi cuaca. Tentunya itu harus diperhitungkan,” ujar sekretaris DPD PD DKI Jakarta itu kepada wartawan, Selasa(22/8).

Dia mengatakan, modifikasi cuaca dalam upaya mengurangi polusi udara membutuhkan waktu yang panjang. Hal itu, kata dia berkaca pada hasil perakiraan cuaca. Sebab, dari data yang dihimpun fraksi Demokrat, musim kemarau akan berlangsung hingga Desember 2023 mendatang.

Baca Juga:  MA Umumkan 13 Peserta Lolos Seleksi Hakim Tinggi Pemilah Perkara

“Jika melihat perakiraan cuaca musim kemarau akan berlangsung hingga Desember 2023. Otomatis, dengan kondisi cuaca seperti itu. Upaya modifikasi cuaca selama berbulan-bulan perlu dilakukan,” katanya.

Idealnya, sambung anggota Komisi B DPRD DKI itu. Pemprov dalam menanggulangi polusi udara di Jakarta terfokus pada penerapan WFH bagi ASN. Sebab, sambung dia lagi WFH diyakini akan efektif dalam mengurangi asap kendaraan di Jakarta.

“Apalagi saat ini sudah banyak anak-anak yang terkena ISPA. Tentunya perlu juga diterapkan penggunaan masker bagi anak-anak di sekolah,”pintanya.(Sof)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB