PKB Jakarta Timur Optimis AMIN Bakal Menang di Pilpres 2024

- Penulis

Senin, 11 September 2023 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Ketua DPC PKB Jakarta Timur, M. Fuadi Luthfi menyambut baik lahirnya duet pasangan Capres dan Cawapres Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Fuadi Luthfi mengatakan, DPC PKB di Jakarta Timur tegak lurus mendukung keputusan dan strategi yang diambil Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dalam menentukan arah kerja sama dan perjuangan untuk pemenangan PKB di Pemilu dan Pilpres 2024.

“Kami menyambut baik dan mendukung hadirnya kandidat pasangan Capres Anies Baswedan dan Cawapres Gus Muhaimin Iskandar yang telah dideklarasikan oleh PKB dan NasDem di Surabaya, Jawa Timur,” ujar Fuadi Luthfi dalam release yang dibagikan kepada media di Jakarta, pada Senin (10/9).

Menurut Fuadi Luthfi, pasangan Anies Baswedan dan Gus Muhaimin atau yang kini sering disebut dengan AMIN ( Anies dan Cak Imin), merupakan pasangan Capres dan Cawapres yang ideal. Keduanya memiliki kapasitas dan pengalaman kepemimpinan mumpuni di level nasional.

“Keduanya sama-sama berlatar belakang aktivis mahasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM). Anies Baswedan di tempa melalui Himpunan Mahasiswa Islama (HMI). Sementara Cak Imin mantan Ketua PB PMII,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasangan AMIN sudah ditempa dalam pergulatan ide, gagasan serta pergerakan tentang kebangsaan dan ke-Indonesia-an sejak mahasiswa di UGM.

Selain itu, keduanya juga memiliki latar sejarah dari orangtua masing-masing, yang berasal dari keluarga pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional. Di samping itu, keduanya juga sama-sama pernah menjadi santri di pondok pesantren.

“Cak Imin berasal dari keluarga dan darah biru nahdliyin–pendiri NU dan Pahlawan Nasional. Begitupun Anies Baswedan,”lanjut Fuadi Luthfi.

Anies Baswedan juga memiliki prestasi dan capaian program cukup gemilang saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (periode 2017-2022). Sebut saja misalnya, penerapan pajak Nol PBB untuk tanah dan rumah di bawah Rp 2 miliar, program integrasi transportasi melalui Jaklingko, Formula E hingga Jakarta International Stadium (Stadion JIS).

Baca Juga:  DPD PDI Perjuangan Jabar Minta Arteria Dipecat dari Kader

“Saat mejadi gubernur, Anies menginisiasi program Bantuan Operasional untuk semua Tempat Ibadah (BOTI). Mewujudkan, Jakarta sebagai ruang publik untuk semua, seperti Festival Muharram dan Perayaan Natal di tempat umum. Serta menciptakan fasilitas umum penunjang kawan disabilitas, perluasan jalur sepeda, dan pelebaran jalur pejalan kaki yang nyaman, sumur resapan,”kata Fuadi Luthfi menyebutkan beberapa contoh program Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Begitu juga, kepemimpinan Cak Imin, suara PKB semakin solid dan berhasil menorehkan banyak prestasi di bidang legislasi.

“Antara lain lahirnya Hari Santri Nasional (HSN), lahirnya Undang-undang No. 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren, Memperjuangkan UU Desa No. 6 Tahun 2024, Program Dana Desa, dan lain-lain,” jelasnya.

Bagi Fuadi Luthfi, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang menjadi pengusung pasangan AMIN, merepresentasikan basis dukungan yang ideal.

NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan PKB merepresentasikan nasionalis – religious. PKS dan NasDem misalnya, memiliki basis dukungan besar di kota-kota seperti Jakarta dan Jawa Barat, sementara PKB mewakili basis dukungan masa di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Bergabungnya PKB dalam koalisi KPP juga menjadi awal kerja sama untuk dua kutup basis masa Islam dengan karakter berbeda, Islam modernis ala kota dan Islam tradisionalis berbasis nahdliyin, yang berhaluan ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah.

“Bergabungnya dua corak sikap keberagamaan dalam satu wadah koalisi diharapkan dapat menguatkan iklim Islam yang sejuk – rahmatan lil’alamin di bumi Indonesia,”ujar Fuadi Luthfi.(hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia
Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan
Presiden Prabowo Minta Masyarakat Videokan Pejabat yang Bertindak Arogan
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
Bahlil dan Ahmad Muzani dapat Undangan Haji Gratis dari Kerajaan Saudi
ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen
Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:05 WIB

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:26 WIB

Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:06 WIB

Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:23 WIB

Presiden Prabowo Minta Masyarakat Videokan Pejabat yang Bertindak Arogan

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Ekonomi & Bisnis

Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:43 WIB

Koperasi Desa Merah Putih  (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:16 WIB