Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Prabu Foundatiion, Asep Muhargono (Foto: dok. Mediakarya)

Ketua Umum Prabu Foundatiion, Asep Muhargono (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Prabu Foundation memperingatkan pemerintah agar mengawasi dan mewaspadai paham Salafi-Wahabi. Pasalnya, kelompok ini berpotensi merusak ideologi Pancasila, dan dapat memecah belah stabilitas sosial keagamaan.

Kepada Mediakarya.id, Ketua Umum Prabu Foundation, Asep Muhargono mengatakan bahwa tidak dipungkiri saat ini muncul fenomena adanya kelompok Salafi-Wahabi yang kerap menggunakan dalil agama, yang targetnya adalah melakukan perubahan sosial maupun politik.

Kelompok Salafi-Wahabi kerap disebut sebagai cikal bakal gerakan radikal karena doktrin purifikasi (pemurnian ajaran) yang tekstual dan penolakan keras terhadap tradisi di luar pemahaman mereka.

Paham ini dinilai sebagian kalangan mempermudah pelabelan kafir terhadap kelompok yang tidak sepaham, sehingga berpotensi menjadi pintu masuk ekstremisme.

“Mereka melakukan penyimpangan bahasa dengan membungkus doktrin agama atau menggunakan istilah keagamaan untuk mencuci otak pengikutnya,” ungkap Asep Muhargono usai menerima penghargaan dari Kapolri, atas dedikasinya dalam menekan kelompok radikalisme di Indonesia, pada Selasa (19/5/2026).

Mantan Koandemen NII Wilayah Jawa Barat ini juga mengingatkan, jika kelompok ini dibiarkan tumbuh di bumi NKRI maka dikhawatirkan dapat memicu konflik horizotal.

“Sebab meraka bukan hanya mengancam kerukunan antar umat beragama, gerakan ini juga kerap mengkafirkan sesama umat islam yang di luar mazhabnya atau yang tidak sepaham,” katanya.

Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga kerap menggunaan diksi provokatif dan ujaran kebencian secara masif dapat merusak etika berbahasa masyarakat dan menurunkan nilai kesopanan yang dijunjung tinggi dalam budaya bangsa.

Baca Juga:  Pemerintah Usulkan Pemilu 2024 Digelar Pada 15 Mei

Untuk itu,  Prabu Foundation mendorong agar Kementerian Agama Republik Indonesia berperan aktif mengawai kelompok wahabi yang mengatasnamakan islam sunah.

“Kami menduga bahwa kelompok ini menjadi salah satu benih penyebar kebencian sesama umat islam dengan dalil bahwa mereka sebagai islam sunah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, paham Salafi-Wahabi fokus pada penerapan ajaran secara literal seperti pada masa awal Islam. Kritik terhadap gerakan ini muncul karena penolakan mereka terhadap budaya lokal yang dianggap sebagai bid’ah, serta pandangan keagamaan yang dianggap kaku.

“Beberapa kalangan menilai doktrin dasar Wahabisme memicu sikap intoleransi. Sikap mudah mengkafirkan pihak lain yang tidak sejalan berpotensi menjadi batu loncatan menuju tindakan radikal atau pembenahan ideologi secara paksa,” tutur Asep.

Asep memaparkan, dalam peta sejarah gerakan keagamaan, kelompok purifikasi ini kerap dimasukkan sebagai salah satu akar sejarah tumbuhnya kelompok garis keras atau Islam kanan di tanah air.

Namun demikian tambah Asep, di dalam komunitas Salafi sendiri terdapat dinamika internal. Terdapat faksi yang hanya fokus pada kajian ibadah dan menjauhi politik praktis. “Bahkan mereka melarang aksi kekerasan terhadap pemerintah (sering disebut Salafi Haraki vs Salafi Wathi),” tutup Asep. (Hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IPPS Indonesia Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Antarpenegak Hukum
Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka
Kecewa Pada Ketua DPD, Ratusan Kader Golkar Jabar Bakal ‘Bedol Desa’ ke PSI
Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Dituding Lecehkan Perempuan
Safari Politik Jokowi Ganggu Stabilitas Pemerintahan Prabowo
Posting Persoalan Internal Partai di Medsos, Tiga Kader Golkar Sumsel Dijatuhi Sanksi Etik 
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:25 WIB

IPPS Indonesia Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Antarpenegak Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02 WIB

Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:19 WIB

Kecewa Pada Ketua DPD, Ratusan Kader Golkar Jabar Bakal ‘Bedol Desa’ ke PSI

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:35 WIB

Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Dituding Lecehkan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 - 07:05 WIB

Safari Politik Jokowi Ganggu Stabilitas Pemerintahan Prabowo

Berita Terbaru

Jampidsus Febrie Adriansyah saat memberikan keterangan pers. (Ist)

Hukum

IPW Apresiasi Mundurnya Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Minggu, 12 Jul 2026 - 07:15 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 20:52 WIB