Kapolri: Jangan Sampai Perbedaan Rusak Persatuan

- Editor

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada semua pihak bahwa perbedaan pilihan dalam kontestasi Pemilu 2024 agar tidak merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

“Walaupun terjadi perbedaan-perbedaan pendapat, itu hal yang biasa. Jangan sampai perbedaan pendapat, perbedaan pilihan merusak persatuan dan kesatuan yang harus terus kita jaga,” kata Jenderal Pol. Listyo Sigit di Jakarta, Sabtu.

Diharapkan pula bahwa pelaksanaan pesta demokrasi setiap 5 tahun itu dapat dirasakan dan dilaksanakan dengan riang dan gembira.

Kapolri juga mengajak semua pihak untuk menjaga politik yang bermartabat.

“Kita hindari hal-hal yang bisa memecah belah rakyat, bisa memecah belah masyarakat dan  agama,” katanya.

Menurut dia, siapa pun pemimpin Indonesia yang terpilih kelak harus mampu mendorong pembangunan untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Polres Malra Sosialisasi Kamtibmas di Tiga Desa Antisipasi Tawuran

Tidak hanya itu, Listyo mendorong sinergitas dan soliditas dari TNI/Polri, kementerian/lembaga agar senantiasa dijaga dalam rangka menghadapi tahapan pelaksanaan Pemilu 2024.

“Ini adalah titik krusial kita untuk bisa melompat maju kalau kita bisa menyelenggarakan pemilu ini dengan aman, lancar, dan damai,” kata Kapolri, dilansir dari antara.

Sebelumnya, Polri telah membentuk Operasi Mantap Brata guna mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 agar berjalan lancar, aman, dan damai.

Operasi ini sejak 19 Oktober lalu ketika masa pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden di KPU RI.

Tiga bakal pasangan calon yang akan mengikuti Pilpres 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ganjar Pranowo-Mahfud Md., dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum
Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi
Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB