IAW Dorong KPK Kembali Ungkap Kasus Dugaan Korupsi di Kota Bekasi

- Penulis

Selasa, 9 Juli 2024 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen IAW Iskandar Sitorus (Foto: Medkar)

Sekjen IAW Iskandar Sitorus (Foto: Medkar)

JAKARTA, Mediakarya – Kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh sejumlah aktivis antikorupsi di Kota Bekasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian serius dari sekjen Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Terkait dengan laporan sejumlah laporan yang dilakukan oleh sejumlah aktivis antirasuah itu, Iskandar mendesak agar KPK segera memberikan perhatian serius terhadap permasalahan tersebut.

“KPK harus segera memberikan perhatian, karena ini adalah laporan dari masyarakat, apalagi Bekasi ini adalah kota penyangga Jakarta,” kata Iskandar dalam keterangan tertulis, Senin (8/7/2024).

Lebih lanjut, terkait dengan dugaan dana Hibah Koni Kota Bekasi dan adanya mark up anggaran pembangunan folder, Iskandar berharap agar ada langkah-langkah investigasi audit.

“Jelas, kami mendorong KPK agar segera menginvestigasi audit, supaya hal tersebut bisa dengan terang diketahui publik. Karena kami juga menduga adanya korupsi lain yang menyeret mantan Plt Wali Kota yang sempat menjabat Wali Kota definitif itu,” ujarnya.

Iskandar Sitorus berharap, agar persoalan dugaan korupsi ini yang didorong oleh LSM ini bisa diungkap dan bermuara kepada proses-proses hukum.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Kuota Haji Cermin Buram  Kebijakan Publik Berubah Jadi Pasar Gelap

“Sehingga orang yang harus bertanggung jawab kepada kerugian negara, orang yang melakukan kejahatan itu harus mempertanggung jawabkan perilakunya di mata masyarakat Kota Bekasi dan hukum,” ucapnya.

Iskandar Sitorus menyebut, bakal terus mengawal pelaporan dugaan kasus korupsi sejumlah proyek di Kota Bekasi itu adanya penetapan tersangka.

“Berdasarkan laporan, ada sejumlah kasus yang dilaporkan ke KPK. Kami IAW akan mengawal kasus tersebut hingga lembaga antirasuah itu membongkar kasus korupsi di Kota Bekasi secara gamblang,” ucapnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) menyambangi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melaporkan dugaan korupsi dan kerugian negara pada penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi dan dugaan korupsi pembangunan folder di era Tri Adhianto sebagai kepala dinas PUPR.

Ketua Umum PMPRI Rohimat alias Joker mengatakan laporan tersebut berdasarkan temuan-temuan yang ada di lapangan terkait dengan penyimpangan anggaran yang diduga melibatkan Ketua KONI Kota Bekasi yang juga mantan Wali Kota Bekasi. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Forkorindo Bekasi Raya Pertanyakan Keseriusan Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di Dishub dan Disdik Kota Bekasi
PMPRI Dukung Langkah LIN Kota Bekasi Ungkap dugaan Penyalahgunaan Anggraan HPN
IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro
Mabes TNI Bantah Anggotanya Geruduk Mapolda Metro Jaya
IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus
Penataan Setu Babakan, Mbak Yuke: Harus Tetap Berpihak Kepada Warga
IPW Dukung Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Mafia Kasus
Tipikor Polri dan Ditreskrimsus PMJ Geledah 8 Lokasi Diduga TPPU
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:05 WIB

Forkorindo Bekasi Raya Pertanyakan Keseriusan Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di Dishub dan Disdik Kota Bekasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:14 WIB

PMPRI Dukung Langkah LIN Kota Bekasi Ungkap dugaan Penyalahgunaan Anggraan HPN

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:17 WIB

IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:23 WIB

Mabes TNI Bantah Anggotanya Geruduk Mapolda Metro Jaya

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:56 WIB

IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus

Berita Terbaru

Raja Juli Antoni dan Anies Baswedan (Foto;Ist)

Opini

Raja Juli Antoni, Seteru Anies Baswedan Masuk Radar KPK

Jumat, 10 Jul 2026 - 09:09 WIB