Aksi Main Badminton, KAMPI Desak KPK Periksa Mantan Wali Kota Bekasi Terkait Dugaan Korupsi Alat Olah Raga

- Editor

Jumat, 2 Agustus 2024 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi KAMPI bermain badminton, didepan gedung KPK sebagai simbol perlawanan KAMPI terhadap dugaan kasus Korupsi Alat Olahraga di Kota Bekasi.

Aksi KAMPI bermain badminton, didepan gedung KPK sebagai simbol perlawanan KAMPI terhadap dugaan kasus Korupsi Alat Olahraga di Kota Bekasi.

JAKARTA, MediaKarya –  Kolisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda Bekasi (KAMPI) menggelar aksi masa di depan gedung KPK, Kamis (1/8/2024). Menuntut mantan walikota Bekasi agar segera dipriksa atas dugaan tindak pidana korupsi terkait anggaran pengadaan alat olahraga di Kota Bekasi.

Direktur Eksekutif KAMPI, Muholadun menyampaikan terus mengawal kasus ini hingga KPK memanggil mantan Walikota Bekasi.

“ Kami terus mengawal kasus ini, dengan menyuarakan aspirasi kami melalui aksi terkait dugaan kasus korupsi di Kota Bekasi,” kata Muholadun.

Dalam aksinya, KAMPI memberikan gambaran dengan bermain bulutangkis, sepakbola sebagai bentuk protes mereka karena dugaan korupsi alat olahraga di Kota Bekasi.

Baca Juga:  KPJ Apresiasi Langkah Prabowo Kumpulkan Ketum Partai di Istana

“Kami menggambarkan, dugaan korupsi alat olahraga yang ada di Kota Bekasi, ini juga bentuk perlawanan kita secara simbolis kita sampaikan ke KPK,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan kerugian negara atas dugaan kasus Korupsi Alat olahraga ini mencapai 4,7 M.

“Kerugian sekitar 4,7 M, kalau di detail sebesar empat miliar tujuh ratus enam puluh enam rupiah,” ujarnya.

Muholadun menegaskan, jika aksinya ini adalah tidak ada sangkut pautnya dengan perpolitikan di Kota Bekasi.

“Ini tidak ada sama sekali dengan kasus politik, kami memang dari KAMPI yang akan terus mengawal kasus ini,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
DPD Bapera Jabar Siap Sukseskan Program Prabowo-Gibran dan KDM-Erwan Setiawan
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

DPD Bapera Jabar Siap Sukseskan Program Prabowo-Gibran dan KDM-Erwan Setiawan

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB