ETOS: Politik Sandera Menyandera Tengah Terjadi Di Republik Ini

- Editor

Selasa, 27 Agustus 2024 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah,

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah,

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah mengungkapkan, konstelasi politik di Indonesia dari pelaksanaan Pilpres hingga menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dinilai semakin kacau.

Dimana sejumlah pengurus partai politik tersandera berbagai kasus, sehingga suka atau tidak suka harus mengikuti keinginan sang penyandera.

“Siapa sang penyandera itu? publik pastinya sudah tahulah, tak perlu diperjelas lagi,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Menurut Iskandar, imbas dari sandera politik tersebut, terlihat jelas di Pilkada Jakarta. Dimana ada skenario yang harus memenangkan Ridwan Kamil (RK) pada kontestasi politik lima tahunan tersebut.

“Di Jakarta ini marwah koalisi parpol di Pilpres atas nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan plus parpol-parpol yang dulu bersebrangan di Pilpres semua merapat. Maka saya katakan ini politik dagelan yang hari ini sedang dipertontonkan ke publik se tanah air,” ungkap Iskandar.

Gagalnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta diduga lantaran efek sandera terhadap Sekjen partai banteng moncong putih itu terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini masih ditangani oleh KPK.

Padahal sebelumnya DPP PDIP dikabarkan bakal mengumumkan pasangan Anies-Rano, namun tiba-tiba muncul nama Pramono Anung yang siap maju lewat bendera PDIP.

Baca Juga:  Ade Yasin Terjaring OTT KPK, Etos Indonesia Minta Pertanggungjawaban Moral Partai Pengusung 

“Ini seperti mainan yang sedang disuguhkan PDIP ke para kader dan rakyat Jakarta. Calon yang tak jelas dan tak punya korelasi baik di Jakarta ini. tiba-tiba dimunculkan sebagai cagub. Kalau saya melihatnya PDIP tengah menggali kuburan politik karena tersandera oleh ulah sekjen,” ulas Iskandar.

Kendati demikian, terkait Pilkada Jakarta, ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Apakah bakal memenangkan calon yang tak siap memimpin Jakarta, atau memenangkan golput.

“Saya rasa opsi kedua lebih baik bagi rakyat Jakarta untuk memberi pelajaran kepada politisi kita, bahwa tak perlu seenaknya  berlaku seperti ini. Kalian yang bersengketa tapi korbankan rakyat dibawah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan, meski saat ini ada tokoh yang dinilai cukup lihai dan piawai dalam menggunakan jurus pamungkasnya untuk menyandera sejumlah lawan politiknya, ia memastikan bahwa rakyat tidak akan tinggal diam dan bergerak melawan. 

“Sebab hari ini yang tidak bisa disandera hanya rakyat. Dan saya bisa pastikan bahwa hanya rakyat pula yang bisa melakukan perlawanan perubahan terhadap kondisi bangsa ini yang kian sengkarut,” pungkasnya. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:01 WIB

Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB