Pilkada Kota Bekasi: Saatnya Perempuan Berperan Lebih Produktif

- Editor

Selasa, 24 September 2024 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setyo Lelono (Foto: Mediaarya)

Setyo Lelono (Foto: Mediaarya)

Oleh: Setyo Lelono

Ada yang berbeda dan baru kali ini terjadi dalam sejarah. Itulah pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bekasi. Manakah bedanya? Salah satu pasangan kandidat Pilkada Kota Bekasi 2024 – 2029 ini diikuti sosok perempuan. Itulah Nurul Sumarheni, sang calon wakil Wali Kota, mendampingi UU Saeful Miqdar (calon Walik Kota).

Kehadiran Nurul demikian panggilan akrabnya dinilai memiliki makna yang sangat istimewa bagi kaum “Hawa” di Kota Bekasi tercinta ini. Setidaknya, kehadiran Nurul menjadi representasi perempuan dalam panggung kontestasi pilkada langsung. Representasinya menunjukkan bukti emansipasi sekaligus perjuangan pro keadilan dalam kaitan gender. 

Fakta historis mencatat, pilkada Kota Bekasi selama ini didominasi kaum lelaki. Tapi, pilkada 2024 -2029 ini diikuti salah satu wakil dari unsur perempuan. Karena itu, kehadiran Nurul dapat kita nilai sebagai terobosan sejarah kepemimpinan di tanah Kota Bekasi.

Yang perlu kita catat lebih jauh, Nurul merupakan satu-satunya calon pemimpin perempuan yang akan maju pada kontestasi di Pilkada Kota Bekasi. Oleh karena itu publik pun berharap agar Nurul memiliki kewajiban moral dalam memberikan aksi dan kepedulian khusus terhadap kondisi nasib kaum perempuan. Data BPS Kota Bekasi setahun terakhir menunjukkan, terdapat kemiskinan ekstrim di Kota Bekasi ini mencapai 290.400 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 2,53 juta orang dengan komposisi 133,54 juta perempuan (49,42%).

Sulit disangkal, yang paling merasakan dari topografi kemiskinan adalah kaum perempuan. Sebab, merekalah yang harus mengatur lalu-lintas kebutuhan riil dari masing-masing rumah tangganya. Sebagai manajer urusan “dalam negeri”, kaum ibu harus mampu menghadapi peta keuangan yang sangat terbatas, bahkan kurang itu. Inilah puncak kepeningan kaum ibu akibat peta kemiskinan yang dihadapi. Dan kemiskinan ekstrim itu menjadi gambaran umum raut wajah-wajah muram kaum perempuan. 

Tentu, bukan hanya mengeluh, apalagi menyerah dan mengambil jalan pintas yang tidak terpuji, baik secara moral maupun agama. Tapi, sang perempuan harus mampu mencari solusi produktif dan bermanfaat nyata bagi kehidupan yang tercatat tak kenal kompromi. 

Baca Juga:  Anak Berprestasi dari Keluarga Pemulung Gagal Lolos Masuk SMPN 27 Bekasi, AMPP Ancam Demo

Sebagai calon pemimpin perempuan, tentu Nurul akan terpanggil mencari solusi produktif, terfokus pada nasib kaum perempuan. Sikap ini bukan mengabaikan kepentingan kaum lelaki, tapi lebih merupakan cara menyiasati kompleksitas problem wilayah. Ketika terfokus pada persoalan perempuan, sama artinya telah ikut meyelesaikan sebagian besar masalah di tanah Kota Bekasi.

Kerangka solusinya jelas: merumuskan kebijakan yang sarat dengan kepentingan kaum perempuan. Rumusan kebijakan dikawal dengan sentuhan gaya kepemimpinan yang penuh kasih. Ada pendekatan lain yang menggambarkan peran ibu terhadap anak. Hubungan ini akan menampilkan gaya dan perilaku kekuasaan yang penuh rasa kekeluargaan yang akan menonjol dalam tata-kelola pemerintahan Kota Bekasi mendatang. 

Sikap dan cara pandang itu akan menjadikan hubungan rakyat dan pemimpin bagai bangunan satu rumah tangga. Bukan “atasan dan bawahan” yang bisa menimbulkan jarak atau strata. Inilah kultur pemerintahan baru Kota Bekasi yang penuh kekeluargaan sejalan dengan hadirnya sosok perempuan dalam jajaran kepemimpinan Kota Bekasi ini. 

Kultur baru ini bisa dijadikan modalitas sosial-psikologis dalam merancang-bangun sejumlah program unggulan, terkait ekonomi, kesehatan, pendidikan bahkan lainnya. Itulah impian membangun masa depan Kota Bekasi. 

Dan impian itu diharapkan akan segera hadir secara nyata karena kehadiran sosok pemimpin perempuan, yakni Nurul Sumarheni, meski dalam posisi sebagai calon wakil Wali Kota. Impian produktif ini perlu kita sambut. Caranya? Beri kesempatan pasangan UU Saeful Miqdar – Nurul Sumarheni, pasangan calon No. Urut (2) untuk memberikan peran produktifnya bagi masyarakat dan Kota Bekasi tercinta ini.

Penulis: Sesepuh Partai Golkar

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Menakar Istilah “Londo Ireng” di Lingkungan Birokrasi
Bukan Vonis Profesi, Tapi Teguran Bagi Jiwa yang Masih Menjajah
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Senin, 27 Juli 2026 - 07:48 WIB

Menakar Istilah “Londo Ireng” di Lingkungan Birokrasi

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB