KPJ Imbau KPK Ikut Plototin Politik Uang di Pilkada Serentak

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk.

Ketua umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk.

JAKARTA, Mediakarya – Ketua umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk, mengimbau Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih versi Komisi III, Komjen Setyo Budianto menggelar konferensi Pers di H-1 Pilkada serentak seluruh Indonesia khususnya Jakarta yang rawan akan politik uang atau money politics jelang hari pencoblosan, Rabu (27/11/2024) besok.

Amos berharap ketua KPK mengingatkan kepada seluruh perangkat pemerintahan dari atas sampai RT RW, agar tidak cawe-cawe (ikut campur) melakukan hal-hal yang sangat dilarang saat ini.

“Ketua KPK juga harus memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh warga negara Indonesia yang mau bekerja aktif membantu pengawasan politik uang yang akan terjadi,” ujar Amos saat berbincang dengan wartawan, Selasa (26/11).

Menurut Amos berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Tentang Pilkada bahwa pelaku dari kegiatan politik uang bisa dijerat pidana.

Baca Juga:  Kepala BP2MI Klarifikasi Penggunaan Akronim PMI

Adapun pidana penjaranya maksimal 6 tahun dengan denda paling banyak Rp1 Miliar.

“Sanksinya yaitu, hukuman penjara dan denda. Berdasarkan Pasal 73 ayat (4) juncto Pasal 187A UU 10/2016 dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” bebernya.

Atas hal itu, Amos mengharapkan Bawaslu getol melakukan pengetatan patroli terhadap praktik politik uang selama masa tenang berjalan.

“Di masa tenang kali ini, Bawaslu harus getol melakukan patroli pengawasan politik uang setiap hari,”pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:26 WIB

Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:16 WIB

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB