JAKARTA, Mediakarya – Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).
Ditemani mantan ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Pramono menemui korban di pengungsian di SDN 09 Kebon Kosong dan melihat langsung rumah-rumah bekas kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, cagub yang akrab disapa Maa Pram ini menyapa warga dan berbincang mengenai kondisi saat ini. Beberapa warga pun datang dan menyalami Pramono dan meminta bantuan untuk membangun rumah yang hancur.
“Rumah saya hancur, rumah saya tolong dibetulin,” kata seorang warga yang menyapa Pramono di lokasi.
“Ya, ya, mudah-mudahan kalau saya jadi,” timpal Pramono.
Sepanjang peninjauan itu, Pramono banyak mendapat keluhan tempat tinggal.
“Yang jadi keluhan adalah setelah ini mereka bagaimana dengan tempat tinggalnya? Ini yang hampir semua keluhannya itu,” kata Pramono Anung setelah meninjau lokasi kebakaran.
Meski begitu, Pramono menilai penanganan pascakebakaran terhitung baik. Mulai pengecekan kesehatan, penyediaan obat-obatan, hingga cara-cara menangani kebutuhan anak-anak sekolah.
“Kalau lihat di lapangan, secara umum penanganannya sudah cukup baik ya. Terutama bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak, dari pemerintah, swasta, CSR, dan sebagainya relatif terpenuhi,” ungkapnya.
Seperti diketahui kebakaran melahap permukiman padat penduduk Jalan Kebon Kosong RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran,Jakarta Pusat,Selasa (10/12) siang.
Kebakaran menyebabkan 200 rumah hangus terbakar dan 1.800 warga terdampak.
Data ini berdasarkan hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga Rabu (11/12) pukul 09.00 WIB.
“Objek terdampak dalam peristiwa ini kurang lebih 200 rumah tinggal semi permanen dan sebanyak 600 KK/1.800 jiwa yang melanda 8 RT dalam 1 RW,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangannya, Rabu.
Rinciannya, balita 125 jiwa, lansia laki-laki 256 jiwa, lansia perempuan 269 jiwa, dewasa laki-laki 309 jiwa, dewasa perempuan 391 jiwa, laki-laki usai SD 83 jiwa, perempuan usia SD 122 jiwa, laki-laki usia SMP 63 jiwa, perempuan usia SMP 87 jiwa, laki-laki usia SMA 36 jiwa, dan perempuan usia SMA 59 jiwa.
“BPBD DKI terus berupaya melakukan penanganan bagi korban dan pengungsi dengan memberikan bantuan hidup dasar dan mendirikan 3 unit tenda pengungsian di sekitar lokasi kejadian,” ucap Isnawa.
Tiga lokasi pengungsian itu berada di SDN 09 Kebon Kosong, Masjid Al-Ihsan RT02 RW05, dan Lapangan Jusuf Hamka
Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga mencatat ada 13 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut.
“BPBD DKI mencatat kebakaran mengakibatkan 13 korban luka yang seluruhnya sudah ditangani dan mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit,” tutur Isnawa.(dri)











