LPKAN: Untuk Membersihkan Korupsi Harus Berangkat Dari Penegak Hukum yang Bersih

- Editor

Kamis, 2 Januari 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen LPKAN Indonesia Abdul Rasyid

Sekjen LPKAN Indonesia Abdul Rasyid

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, menyebut bahwa tahun 2025 harus menjadi momentum Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami berharap penegakan supremasi hukum sebagai awal membangun kepercayaan Prabowo di mata publik. Untuk itu LPKAN meminta para menteri yang diduga terlibat korupsi harus dibersihkan dari Kabinet Merah Putih agar tidak menodai semangat pemerintahan yang baru,” ujar Sekjen LPKAN Indonesia, Abdul Rasyid dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/1/2025).

Abdul Rasyid juga berharap di tangan Presiden Prabowo, proses penegakkan hukum di Indonesia agar lebih baik daripada era pemerintahan sebelumnya. Publik saat ini terus menunggu janji mantan Danjen Kopassus itu dalam melakukan pemberantasan segala bentuk penyelewengan anggaran negara.

Terutama terkait Lembaga dan Kementrian yang membidangi urusan hukum. Seperti Kejaksaan dan Kepolisian agar bekerja lebih optimal dalam memberantas tindak pidana korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya.

Abdul Rasyid mengingatkan, jika negara ini ingin bersih (terbebas) dari korupsi, maka yang terpenting adalah “sapunya” harus bersih terlebih dahulu. Baik itu kepolisian, Kejaksaan, KPK maupun lembaga Pengadilan.

“Sebab sejumlah kasus tindak pidana seperti kasus korupsi tambang dan timah, ada dugaan oknum APH ikut bermain. Jika internal penegak sendiri tidak berbenah, maka proses penegakan hukum di Indonesia jangan harap akan berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  Menteri PUPR: Stadion U-20 Sangat Siap Digunakan Bagi Piala Dunia U-17

Pihaknya juga menyayangkan saat ini masih ditemukan sejumlah kasus tindak pidana melibatkan penegak hukum. Di antaranya mafia peradilan, polisi tembak polisi, polisi tembak rakyat/sipil, APH menjadi beking tambang, Judol dan APH yang menjadi mafia kasus terutama korupsi.

Ikan Busuk Dimulai dari Kepala

LPKAN juga mendorong agar Presiden Prabowo menabuh genderang perang dan menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi,  mafia peradilan dalam rangka memulihkan kembali kepercayaan publik.

“Contoh kasus Firli Bahuri mantan Ketua KPK yang saat ini kasusnya yang tengah ditangani di Polda Metro Jaya. Meski sudah menjadi tersangka namun belum juga dilakukan penahanan.

“Untuk itu, kami mendorong Presiden Prabowo serius dalam memberantas korupsi dan memerintahkan Jaksa Agung, Kapolri dan KPK bersih-bersih di internalnya. Kemudian membersihkan K/L yabg berpotensi yang kerap menyalahgunakan anggaran negara,” tegasnya.

Presiden harus memberikan target kepada Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK agar bersih-bersih di internalnya. “Jika kedapatan ada anggotanya yang masih bermain-main dengan kasus maka jangan segan-segan Presiden mencopot kepalanya,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang
5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data
Berseloroh Eksploitasi Tubuh Perempuan, KDM Dituding Pejabat Krisis Moral dan Miskin Adab
Kejahatan Perbankan Didorong Masuk RUU Perampasan Aset, Pengamat: Bukti 13 Jenis Pidana Belum Cukup
Polda Metro Jaya Didesak Usut Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan 27 Agustus
KDM Akan Cairkan Santunan Korban SPBE Cimuning Pekan Depan
Hari Pelanggan Nasional 2026, Alfaland Group Perkuat Komitmen Pelayanan
Jejak Kuota Haji 2024: Dari Arab Saudi Hingga Persidangan di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:59 WIB

Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 10:30 WIB

5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WIB

Berseloroh Eksploitasi Tubuh Perempuan, KDM Dituding Pejabat Krisis Moral dan Miskin Adab

Sabtu, 5 September 2026 - 15:35 WIB

Kejahatan Perbankan Didorong Masuk RUU Perampasan Aset, Pengamat: Bukti 13 Jenis Pidana Belum Cukup

Sabtu, 5 September 2026 - 12:45 WIB

Polda Metro Jaya Didesak Usut Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan 27 Agustus

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Ditandai Kode Alam: Menanti Kemunculan Satrio Piningit

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:35 WIB

Jessica Gautama, Chief Marketing Officer SCGI Agency berbagi insight seputar cara cari duit di media sosial dan konten kreatif.

Ekonomi & Bisnis

5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data

Minggu, 6 Sep 2026 - 10:30 WIB