Tanah Adat di Halmahera Timur Rusak Akibat Pengerukan Tambang Nikel

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA, Mediakarya – Kabar mengejutkan datang dari Halmahera Timut, Maluku Utara, di mana tanah adat kembali menjadi korban dari kerakusan industri, masyarakat adat di Halmahera Timur tengah menghadapi ancaman serius terhadap tanah leluhur mereka yang diduga dirusak akibat aktivitas tambang nikel oleh PT Position.

Video yang beredar luas menjadi saksi bisu dari dampak operasi perusahaan tersebut. Sejak memulai aktivitasnya pada tahun 2024, keluhan demi keluhan terus mengalir dari masyarakat. Kerusakan lingkungan, pencemaran air, dan eksploitasi tanah adat menjadi daftar panjang penderitaan yang mereka alami.

Tim pemantau lingkungan menemukan fakta mengejutkan mengenai pembukaan lahan liar tanpa izin pada Februari 2025. Lahan yang seharusnya menjadi warisan turun-temurun kini hancur akibat pengerukan tambang nikel. Hilangnya kesuburan tanah menjadi pukulan telak bagi kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam.

Baca Juga:  Kapolri Resmikan Tim Patroli Perintis Presisi POL

Ironisnya, upaya protes warga justru berujung pada tindakan represif. Laporan menyebutkan bahwa aparat bersenjata menghadang dan memaksa mundur warga yang berani menyuarakan aspirasi mereka. Kehilangan mata pencaharian dan warisan tanah subur menjadi mimpi buruk yang menghantui generasi mendatang.

Komika sekaligus konten kreator, Gianluigi Christoikov, juga turut menyuarakan keprihatinannya. Ia merasa geram melihat pembungkaman suara masyarakat Halmahera Timur yang hanya ingin mempertahankan lingkungan mereka.

“Mereka hanya bersuara demi tanah adat yang telah dicemari, mengapa mereka harus ditahan?” ungkap Gianluigi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/7/2025).

Melalui gerakan #PTPositionMerusakLingkungan, masyarakat berusaha mengungkap dampak buruk dari kelalaian PT Position. Mereka mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dan menghentikan perusakan tanah adat di Halmahera Timur. Harapan mereka kini hanya satu: keadilan dan perlindungan bagi lingkungan hidup, sebelum semuanya terlambat. (adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T
Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi
Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto
DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang
Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik
Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak
Junior Roberts Hadir di Cinta Sedalam Rindu, Akui Peran Revan Penuh Tantangan
Jelang Musda KNPI Tokoh Pemuda Kota Sukabumi Gelar Silaturahmi, Sampaikan Pernyataan Sikap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:22 WIB

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T

Senin, 18 Mei 2026 - 08:44 WIB

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:02 WIB

Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:52 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:32 WIB

Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik

Berita Terbaru