Nasibnya Buntung,, Bukannya Simpati Yang Dia Dapat Justru Hukuman Mati, Letnan Kolonel Untung Namanya

- Editor

Sabtu, 20 September 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letnan Kolonel Untung pemimpin Gerakan 30 September

Letnan Kolonel Untung pemimpin Gerakan 30 September

JAKARTA, Mediakarya – Dalam narasi sejarah nasional Indonesia, nama Letnan Kolonel Untung sudah disetarakan dengan Musso (tokoh PKI 1948) dan Aidit (PKI 1965) meski dia bukan pimpinan PKI. Untung adalah pemimpin Gerakan 30 September yang menggugurkan 7 Pahlawan Revolusi.

Sebelum ditahan dan disidang karena gerakannya yang gagal itu, Untung sempat mencoba melarikan ke Jawa Tengah. Tapi sesampainya di Tegal, tepatnya pada 11 Oktober 1965, dia ditangkap.

Cerita yang beredar tentang penangkapannya sebenarnya cukup memalukan. Bagaimana tidak, ketika di bus yang ditumpanginya ada orang dengan seragam tentara, dia langsung melompat dan menyambar tiang listrik. Warga sekitar dan hansip sontak mengejarnya bak maling dan akhirnay tertangkap. Dari Tegal, Untung kemudian dibawa ke Jakarta, disidang di Gedung Bappenas pada awal 1966.

Baca Juga:  Terkait Formula E, Besok Anies Dipanggil DPRD

Berdasar Keputusan Presiden/PANGTI ABRI/KOTI no 171/KOTI/1965 tanggal 4 Desember 1965, dia telah diberhentikan dengan tidak hormat dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia setelah 20 tahun menjadi anggota tentara. Tak hanya itu, dia juga diganjar hukuman mati karena perannya sebagai pemimpin gerombolan G30S. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tanggapi Polemik Kadis LH vs Wartawan, Ketua IPW: Narsum Boleh Menolak, Wartawan Jangan Intimidasi
Jangan Alergi Kritik, Pengamat UI Minta Pejabat Bekasi Hormati Fungsi Wartawan dan Aktivis
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua
Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat
Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes
Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Tanggapi Polemik Kadis LH vs Wartawan, Ketua IPW: Narsum Boleh Menolak, Wartawan Jangan Intimidasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

Hukum

KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Nusron Wahid Pekan Ini

Senin, 12 Okt 2026 - 20:40 WIB

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB