Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

- Editor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid (Foto: Ist)

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakaya – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menyoroti pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyebut ada kemungkinan pemilihan presiden (Pilres) dipercepat sebelum 2029.

Budi Arie sebelumnya melontarkan analisis mengenai kemungkinan peta politik nasional berubah lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029. Dalam forum tersebut, ia mengaku sempat membisikkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai insting politiknya yang melihat situasi bergerak lebih cepat, bahkan membandingkan kondisi sosial saat ini dengan situasi menjelang tahun 1998.

Habib Syakur mengatakan, pernyataan Budi Arie tersebut berpotensi memecah belah anak bangsa di tengah menghangatnya suhu politik di Indonesia. Tidak hanya itu, pernyataan Ketum Projo juga menuai kritik dari sejumlah kelompok relawan pendukung Prabowo.

“Kami menilai bahwa pernyataan Budi Arie itu tidak serta merta keluar dari mulut dirinya tanpa ada diskusi sebelumnya dengan Joko Widodo. Terlebih saat mengutarakan pernyataan itu juga di samping Jokowi. Artinya, Presiden ke tujuh itu merestuinya den mengamininya,” ungkap Habib Syakur Ali kepada Mediakarya di melalui telepon celullarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya narasi yang dibangun Budi Arie sangat provokatif, menciptakan kegaduhan, serta mengganggu stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Selain itu,  pernyataan Budi Arie yang membahas potensi perubahan kekuasaan sebelum Pemilu 2029 dinilai sebagai aksi “cek ombak” untuk menguji reaksi publik terhadap dinamika politik.

Baca Juga:  Waka MPR: Pemerintah Harus Dorong Wujudkan Ketahanan Pangan Desa

“Kami menilai langkah Budi Arie melontarkan pandangan tersebut di depan publik sebagai cara membaca situasi dan respons masyarakat. Meski belakangan Budi Arie menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab atas analisis yang ia sampaikan,” katanya.

Habib Syakur menduga bahwa pernyataan Budi Arie terkait dengan suksesi pergantian kepemimpinan kepala negara sebelum 2029 itu, tidak berdiri sendiri namun atas izin dan sepengetahuan Jokowi.

“Saat memberikan pernyataan itu, gestur Jokowi terlihat biasa-biasa saja. Artinya apa yang disampaikan Budi Arie itu setidaknya dibahas sebelumnya, tidak serta merta diucapkan secara sepontan,” katanya.

Meskipun Budi Arie membantah bahwa ucapannya dalam video yang viral saat berada di samping Jokowi adalah insting politik dan pendapat pribadi, bukan sikap resmi organisasi ataupun arahan dari pihak lain, namun publik sudah cerdas.

“Menurut kayakinan saya, pernyataan Budi Arie sudah mendapat restu dari Jokowi. Dan kami juga meminta agar Jokowi jangan lagi cuci tangan. Rakyat sudah terlalu cape dengan retorika dan drama demokrasi mantan presiden ke tujuh itu,” pungkasnya. (Ugy)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB