Wali Murid SDN Sumur Batu 4 Bekasi Keluhkan Rencana Study Tour ke TMII

- Editor

Sabtu, 22 November 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Wali murid kelas 4 SDN Sumur Batu 4, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi mengeluhkan rencana study tour yang direncanakan pihak sekolah. Kegiatan tersebut dinilai memberatkan dari sisi biaya, sementara alternatif bagi siswa yang tidak ikut juga dianggap membahayakan.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rencana study tour akan dilaksanakan pada Desember 2025 mendatang dengan tujuan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp230.000 per anak.

“Iya, berat. Biayanya per anak Rp230 ribu. Kalau tidak ikut tetap bayar sekitar setengahnya, dan banyak juga wali murid lain yang berat dengan rencana kegiatan ini,” ungkapnya, Kamis (21/11/2024).

Tak hanya soal biaya, wali murid tersebut juga mempersoalkan tugas alternatif yang diberikan kepada siswa yang tidak mengikuti study tour. Siswa diminta membuat video (vlog) di lampu merah tentang rambu-rambu lalu lintas.

Karena itu, dia khawatir tugas vlog tersebut membahayakan keselamatan anaknya. “Inikan anak-anak kecil, siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa?” tanyanya.

Baca Juga:  Dorong Non Kader Maju Sebagai Kepala Daerah, PDIP Bakal Kembali Dikhianati?

Di samping itu, dia juga mempertanyakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sepengetahuannya melarang kegiatan study tour. “Setahu saya kan tidak boleh sama Kang Dedi,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan redaksi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam surat edarannya pada Mei 2025 menegaskan bahwa sekolah dilarang membuat kegiatan piknik yang dibungkus dengan kegiatan study tour karena berdampak pada penambahan beban orang tua.

Surat edaran tersebut juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bisa diganti dengan berbagai kegiatan berbasis inovasi, seperti mengelola sampah secara mandiri di lingkungan sekolah, mengembangkan sistem pertanian organik, aktivitas peternakan, perikanan dan kelautan, serta meningkatkan wawasan dunia usaha dan industri.

Sementara itu, pihak redaksi telah mencoba mengonfirmasi rencana kegiatan tersebut ke pihak sekolah pada Kamis (21/11/2024). Seorang guru membenarkan adanya rencana kegiatan tersebut. Hanya saja, dia tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena merasa tidak berwenang. “Kepsek (Kepala Sekolah) gak ada,” katanya. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Open Bidding atau Sandiwara? Adik Ipar Tri Adhianto Mulus Jadi Calon Sekda Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:20 WIB

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Berita Terbaru