Unit PPA Polres Sukabumi Kota Ungkap Pencabulan Anak Di Bawah Umur

- Editor

Kamis, 27 November 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Di sebuah rumah di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tinggal seorang ayah berinisial DIA (44) dan anak tiri perempuannya yang masih berusia 10 tahun.

Akal bejat DIA muncul dan mendorongnya untuk mencabuli anak tirinya. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 9 november 2025 sekitar pukul 15.06 WIB. Korban dipaksa untuk menuruti nafsu jahat pelaku.

“Terduga pelaku menyuruh korban untuk melakukan perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan yaitu melakukan pelecehan,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi, Kamis 27 November 2025.

Dalam melakukan aksi bejatnya, pelaku juga merekamnya dan sempat menyebarkannya di media sosial. Tak hanya itu, korban juga diancam menggunakan sajam jenis samurai supaya tetap bungkam.

“Terduga pelaku juga pernah melakukan pengancaman terhadap korban menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Dit Siber Polda Jabar, melakukan penyelidikan terhadap video pengancaman terhadap anak di bawah umur menggunakan senjata tajam jenis samurai yang viral di media sosial,” lanjutnya.

Korban selama ini jauh dari ibu kandungnya yang sedang bekerja di Arab Saudi untuk membiayai kebutuhan hidup korban dan pelaku. Namun, pelaku malah melakukan perbuatan keji tersebut.

“Sementara ibu korban sendiri sedang bekerja di Saudi Arabia untuk memberikan uang dan memperhatikan keluarganya,” sebut Rita.

Mengetahui anaknya diperlakukan tak senonoh, ayah kandung korban melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Tak butuh waktu lama, polisi menangkap pelaku pada Minggu 23 November 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pengungkapan kasus ini berhasil kami lakukan setelah kami menerima laporan dari ayah kandung korban yang melaporkan aksi bejat terduga pelaku pada hari Minggu 23 November 2025,” tuturnya.

Baca Juga:  Oknum Ketua RT Cabuli Ibu Dan Anak Di Kota Bekasi

Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti juga diamankan di Mapolres Sukabumi Kota di antaranya adalah satu unit handphone, sebilah senjata tajam jenis katana warna hitam berukuran kurang lebih 1 meter, dan 1 potong baju warna hijau
“Saat ini terduga pelaku telah diamankan dan menjalani proses penyidikan di Polres Sukabumi Kota,” ucap Rita.

Di hadapan Kapolres, pelaku DIA menyampaikan selama ini bekerja sebagai debt collector atau mata elang. Istrinya juga rutin menafkahi dia dan korban yang dibiayai dari Arab Saudi.

“Kerjaan kadang ikut matel ada di jalan, sebulan pendapatan gak tentu kadang ada kadang nggak. (Kiriman dari istri) Kadang Rp800 ribu kadang Rp1,2 juta,” jelas pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis di antaranya Pasal 76c juncto Pasal 80 UU no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.

Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 juta dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Serta Pasal 14 UU TPKS nomor 12 tahun 2022 dipidana karena melakukan kekerasan berbasis elektronik, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan
Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
80 Pelaku Ekonomi Kreatif Aceh Utara Didorong Naik Kelas Lewat Ruang Kreatif Merah Putih
Keterangan Kontradiktif, Cabdisdik Wilayah XIV Bantah Beri Tugas Luar Kepala SMAN 2 Mazo
Kuak Fakta Sengketa Villa Pisang Mas Bali: Kuasa Hukum Ungkap Pihak Lawan Asal “Koar-Koar” Diduga Tanpa Ijazah, Tegaskan Niko Bersih

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:07 WIB

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 10:03 WIB

Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Kamis, 24 September 2026 - 10:48 WIB

Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Berita Terbaru

Daerah

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:07 WIB