Konflik Kian Memanas, Pekan Depan PBNU Berencana Gelar Rapat Pleno

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Nahdlatul Ulama (Ist)

Logo Nahdlatul Ulama (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Konflik yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) antara kubu Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam (sebutan pemimpin Syuriyah lembaga tertinggi di PBNU) Miftachul Akhyar terus bergulir.

Bahkan Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pekan depan berencana menggelar Rapat Pleno.

Menanggapi hal itu, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyatakan rapat pleno itu tidak dapat dianggap sah lantaran pleno baru bisa diselenggarakan jika melibatkan Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah.

“Termasuk ketika mungkin satu dua hari yang lalu ada beredar undangan untuk Rapat Pleno. Ini juga tidak dapat dianggap sah karena Pleno itu hanya bisa diselenggarakan apabila dipimpin bersama-sama oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (3/12).

Gus Yahya pun menegaskan bahwa hingga kini ia masih duduk sebagai Ketum PBNU.

Ia yang terpilih sebagai Ketum PBNU it tu merupakan mandataris Muktamar ke-34 di Lampung pada 2021 lalu dan hanya dapat diganti melalui Muktamar.

Baca Juga:  Indonesian Parliamentary Center: UU IKN Minim Partisipasi Publik

“Nah, maka dengan demikian, pernyataan yang dikatakan sebagai hasil Rapat Harian Syuriyah mengenai posisi saya itu, itu tidak dapat diterima dan batal demi hukum, ya, karena di luar kewenangan dari Rapat Harian Syuriyah itu sendiri,” ucapnya.

Rapat pleno merupakan salah satu poin dalam silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/11) lalu.

“Bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan rapat pleno atau muktamar dalan waktu segera,” bunyi salah satu poin pertemuan.

Melansir laman CNN Indonesia, rencana rapat pleno itu dikonfirmasi Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur yang mengatakan rencananya rapat pleno akan digelar pada 9 Desember pekan depan.

“Tanggal 9,” ucap Gus Fahrur lewat pesan singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gelar Workshop, PTOI DKI Jakarta Dongkrak Kualitas Terapis Olahraga
Hanya Dinikmati Segelintir Pejabat, IAW Ungkap Potret Buram Pengelolaan Migas Kota Bekasi
Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban
Eks Kacab Bank Pembobol Rekening Nasabah Divonis Penjara, Pakar Audit: Hati-Hati Kelola Uang
Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG
Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global
Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman
Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:20 WIB

Gelar Workshop, PTOI DKI Jakarta Dongkrak Kualitas Terapis Olahraga

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:33 WIB

Hanya Dinikmati Segelintir Pejabat, IAW Ungkap Potret Buram Pengelolaan Migas Kota Bekasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:19 WIB

Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:43 WIB

Eks Kacab Bank Pembobol Rekening Nasabah Divonis Penjara, Pakar Audit: Hati-Hati Kelola Uang

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:20 WIB

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global

Berita Terbaru