Mulut Manis Penuh Kebohongan, Presiden Prabowo Didesak Pecat Kepala BGN

- Editor

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

JAKARTA, Mediakarya – Aliansi Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera memecat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang dinilai kerap melakukan pembohongan publik.

Ketua umum PMPRI Rohimat menuding,  sebagai pejabat negara Dadan dinilai bukan hanya membohongi masyarakat namun juga kepada presiden, atas pernyataannya yang menyebutkan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memotong satu ekor sapi per hari.

“Padahal paktanya yang terjadi di lapangan, banyak dapur yang menyajikan menu di bawah standar makanan bergizi. Jika Dadan mengklaim setiap dapur memotong satu ekor sapi per hari, tolong tunjukkan kepada saya dapur mana dan siapa pemiliknya. Jangan asal mangap saja kalau bicara, apalagi sampai membohongi presiden,” ungkap pria yang akrab disapa Joker ini kepada Mediakarya, Rabu (18/3/2026).

Joker juga mengaku geram dengan pembantu presiden yang tidak cepat merespon permyataan Dadan yang kontroversi tersebut. “Seharunya orang dekat presiden segera merespon, apakah pernyataan Dadan itu benar atau tidak. Jika itu laporan palsu maka kepala BGN harus segera dicopot. Bukan malah sebaliknya dibiarkan kepala BGN memberikan pernyataan di ruang publik dengan sesuka hati,” tegas Joker.

Baca Juga:  Menko Airlangga Bahas Kelompok Kerja dan Data Center di Singapura

Selain itu, pihaknya meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tengah menghadapi permasalahan serius dalam tata kelola, keamanan pangan, hingga penyerapan anggaran.

“Meskipun berdampak positif pada gizi, kasus keracunan makanan dan distribusi yang panjang menuntut perbaikan operasional segera, dengan evaluasi anggaran ke Rp200 triliun (dari Rp335 triliun),” kata Joker.

Joker menilai bahwa penyerapan anggaran 2025 diperkirakan tidak optimal (proyeksi Rp200 triliun dari Rp335 triliun), dengan rantai pasok yang terlalu panjang memicu risiko makanan basi.

Untuk itu, bukan hanya mencopot kepala BGN, PMPRI meminta Presiden Prabowo juga harus mengevaluasi ulang prioritas program harus benar-benar menyentuh balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, bukan hanya anak sekolah.

“Sehingga program tersebut dapat dirasskan oleh masyarakat. Bukan malah sebaliknya hanya dimanfaatkan oleh para pemburu rente,” tutup Joker.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
BPKN RI Siap Dampingi Konsumen Terdampak Karhutla, Termasuk Penumpang Penerbangan yang Dirugikan 
Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
Karhutla Kian Meluas, Legislator Ini Sebut Kalimantan Seperti setengah ‘Neraka’
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:31 WIB

BPKN RI Siap Dampingi Konsumen Terdampak Karhutla, Termasuk Penumpang Penerbangan yang Dirugikan 

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Berita Terbaru