JAKARTA, Mediakarya – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, BGN akan melakukan efisiensi terkait pelaksanaan program MBG. Salah satunya adalah dengan hanya melayani MBG lima hari setiap pekan.
“Tetap melakukan beberapa langkah penghematan, seperti melayani lima hari yang awalnya enam hari,” kata Dadan seperti dilansir dari Republika, Rabu (20/5/2026).
Tak hanya itu, BGN juga tidak lagi melayani MBG untuk siswa pada hari libur sekolah. MBG pada hari libur sekolah hanya akan didistribusikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Dadan, penghematan itu bukan dilakukan karena adanya pemangkasan anggaran untuk program MBG. Ia menilai, anggaran BGN pada 2026 sejak awal Rp 268 triliun.
“APBN BGN 2026 sebesar Rp 268 triliun. Rp 67 triliun adalah dana cadangan,” kata dia ketika ditanya soal pemangkasan anggaran MBG.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa pemerintah melakukan pengurangan anggaran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan agar dana program lebih hemat dan tepat sasaran.
“Penghematan tertentu sesuai instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” kata Purbaya bar-baru ini.
Meski anggaran dipangkas, pemerintah memastikan program makan gratis tetap berjalan. Purbaya menyebut Presiden sedang menghitung pola penghematan tanpa mengurangi efektivitas program untuk siswa sekolah.
“Yang penting tetap memberi makan murid-murid sekolah,” ujarnya. (Mam)











