PMPRI Adukan Sejumlah SPPG di Kota Bekasi Tak Miliki IPAL Standar BGN

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

JAKARTA, Mediakarya – Badan Gizi Nasional (BGN) diminta menindak tegas terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bekasi yang diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan prosedur ditetapkan.

Padahal, seluruh SPPG wajib memenuhi standar IPAL guna mengolah limbah dapur (lemak, sisa makanan) agar sesuai baku mutu.

Hal ini merupakan syarat wajib operasional dan laik higiene sanitasi, di mana ketidakpatuhan menyebabkan SPPG tidak boleh beroperasi atau dihentikan sementara.

Aktivis Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) mengungkap sejumlah pengaduan masyarakat yang mengeluhkan terkait keberadaan SPPG di Kota Bekasi yang memiliki IPAL tidak sesuai standar dari BGN, sehingga memicu kekhawatiran pencemaran lingkungan dan gangguan kenyamanan bagi masyarakat.

“Sebab limbah dapur SPPG tergolong berat dengan kandungan lemak tinggi, sehingga direkomendasikan menggunakan IPAL teknologi khusus seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) agar hasil olahan stabil dan tidak mampet,” ungkap Ketua PMPRI, Rohimat aliais Joker kepada Mediakarya di Kota Bekasi, Senin (11/5/2026).

Terkait dengan permasalahan tersebut, PMPRI mendesak BGN, Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan secara aktif menghentikan sementara operasional SPPG yang kedapatan belum memenuhi standar teknis dan pengelolaan limbah (IPAL).

Baca Juga:  KNPI Kabupaten Sukabumi Soroti SPPG Tanpa IPAL, Desak Audit dan Penindakan Tegas

Joker mengaku bahwa pihanya telah mengantongi sejumlah titik SPPG di Kota Bekasi yang diduga tidak memiliki IPAL sesuai standar yang ditetapkan.

Joker juga mengaku akan melaporkan sejumlah titik SPPG yang diduga memiliki IPAL tak sesuai prosedur untuk ditutup sementara oleh BGN hingga menunggu proses pemeriksaan lanjutan dari pejabat yang berwenang.

“BGN perlu memastikan sertifikasi dan pemasangan IPAL SPPG agar sesuai dengan peraturan tahun 2026,” ungkap Joker.

Seperti diketahui, BGN menargetkan perbaikan dan pengadaan IPAL di seluruh dapur terus dilakukan, dengan target operasional standar yang ketat.

Dalam kaitan itu, sekolah atau warga diimbau aktif menyampaikan keluhan jika menemukan layanan SPPG yang tidak sesuai standar melalui kanal pengaduan resmi.

Berikut 7 Tahapan Penting IPAL SPPG:

  1. Pengumpulan air limbah.
  2. Pengolahan awal (Pemisahan lemak/sampah).
  3. Pengolahan biologis.
  4. Pengolahan kimia.
  5. Pengendapan dan pemisahan lumpur.
  6. Desinfeksi.
  7. Pembuangan/Pemanfaatan.

(Adt)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

TENXI Rilis Album Liga Besar, Angkat Metafora Sepak Bola untuk Kisahkan Perjalanan Hidup dan Karier
KPK Diminta Telusuri Seluruh Rantai Penikmat Keuntungan Praktik Pengondisian Jalur Impor
Anggota BPK Terseret dalam Pusaran Suap Blue Ray, Pakar Kontra Intelijen Pertanyakan Batas Peran Pejabat Audit Negara
Pramono Terima Rekor MURI di Jakarta Water Hero 2026, Air Bersih Jadi Prioritas
Menang Babak Pertama, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Desak Bank Mega Transparan Soal Aset Triliunan
Pemprov DKI dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026
Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis
Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:42 WIB

TENXI Rilis Album Liga Besar, Angkat Metafora Sepak Bola untuk Kisahkan Perjalanan Hidup dan Karier

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:07 WIB

KPK Diminta Telusuri Seluruh Rantai Penikmat Keuntungan Praktik Pengondisian Jalur Impor

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:41 WIB

Anggota BPK Terseret dalam Pusaran Suap Blue Ray, Pakar Kontra Intelijen Pertanyakan Batas Peran Pejabat Audit Negara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:35 WIB

Pramono Terima Rekor MURI di Jakarta Water Hero 2026, Air Bersih Jadi Prioritas

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:57 WIB

Pemprov DKI dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026

Berita Terbaru