Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

KOTA BEKASI, Mediakarya – Mendapati Penolakan Kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusaka Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA) menyelenggarakan acara Nonton Bareng (Nobar) dan Refleksi Film berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” karya Dandhy Laksono beserta Tim Ekspedisi Indonesia Baru.

Acara ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat tentang bentuk-bentuk kolonialisme kontemporer yang bertransisi dan masih berlangsung di Indonesia, khususnya terkait hak masyarakat adat, lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam.

Film “Pesta Babi” menjadi pilihan utama karena secara mendalam menggambarkan realitas kolonialisme baru yang dialami masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam proses persiapan penyelenggaraannya, UKM Pusaka mendapati penolakan kampus yang disampaikan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA) Bekasi yang mengatakan bahwa Rektorat beserta jajarannya menolak pengadaan agenda Nobar tersebut dikarenakan UNISMA adalah kampus yang bercorak keislaman dan berkata bahwa Film berjudul “Pesta Babi” tersebut mengandung unsur SARA dan tidak akademis sehingga mendapat pertentangan dari pimpinan kampus.

Adapun alasan lain penolakannya yang disampaikan oleh Dika karena permasalahan prosedur perizinan. Mereka mengancam kemudian mencoba membubarkan Agenda Nobar dan Refleksi Film Pesta Babi yang diselenggarakan oleh UKM PUSAKA meskipun diadakan didalam kampus yang seharusnya menjadi ruang bebas akademik dan dijamin oleh undang-undang.

“Iya, kami mendapati intimidasi baik secara langsung maupun tidak langsung selepas dari penolakan tersebut dan di lapangan mereka selalu mencoba membubarkan kami. Padahal agenda kami ini sangat akademis dan ilmiah karena film tersebut dibuat melalui riset yang panjang dan juga kami menghadiri narasumber-narasumber yang ahli untuk memberikan tanggapan dalam forum pendiskusian-nya.” Ujar Fajar, selaku penanggung jawab kegiatan, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:  Pengamat Desak Kejari Tidore Ungkap Dalang Korupsi Pukesmas Galala, Usai Tangkap 3 ASN

Meskipun mendapat penolakan dari pihak kampus, UKM Pusaka tetap mengadakan agenda Nobar dan Refleksi Pesta Babi dengan tetap dihadiri oleh banyak pihak dan mendapat dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa, ormas, dan dan sejumlah awak media.

Dukungan tersebut diberikan karena kampus seharusnya menjadi ruang ilmiah serta mengecam segala bentuk penolakan dan ancaman oleh pimpinan kampus UNISMA Bekasi.

Sangat memprihatinkan, ketika pihak kampus lebih memilih untuk memperumit secara prosedural dan selalu mendatangkan ancaman bagi yang tidak sejalan dengan kepentingan kampus.

Padahal seharusnya kampus seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang Perguruan Tinggi harus menjadi ruang yang bebas secara akademik, hal ini juga sejalan dengan amanat konstitusi Undangundang Dasar 1945 Pasal 28 yang mengatur kebebasan berekspresi. Jika melihat secara konstitusional, seharusnya kampus sama sekali tidak boleh melarang pengadaan agenda ini.

“Untuk menyikapi persoalan ini, kami akan berjejaring dengan banyak organisasi-organisasi yang focus pada permasalahan yang sama, serta mengabarkan kepada media-media terkait apa yang terjadi pada kami di UNISMA.”, tegas Adham selaku Ketua Umum UKM Pusaka dalam pernyataannya. (Mam)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:01 WIB

IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi

Berita Terbaru