Stok Sapi Hidup Menipis, Pedagang Daging Jawa Timur Kembali Bergejolak

- Editor

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang sapi di Jawa Timur (Ist)

Pedagang sapi di Jawa Timur (Ist)

SURABAYA, Mediakarya – Gejolak harga daging sapi saat ini terus mengalami kenaikan di sejumlah daerah. Lonjakan ini dipicu oleh mahalnya harga sapi bakalan dari Australia serta meningkatnya biaya distribusi operasional.

Seperti di Jawa Timur, pasca Idul Adha, harga sapi siap potong terus mengalami kenaikan. Hal tersebut sangat berdampak terhadap penyesuaian dengan harga daging segar di Surabaya.

Di mana sebelumnya harga daging segar Rp130.000 perkilogram, namun saat ini harga daging sapi tembus di harga Rp140.000 perkilogram.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS ) Jawa Timur, Muthowif, mengungkapkan berdasarlan hasil kordinasi dengan berapa pedagang di Jawa Timur, bahwa harga daging sapi segar sejak idul adha terus mengalami kenaikan, biasanya 1 bulan pasca idul Adha biasanya harga turun.

Namun demikian, kata Muthowif , harga daging tergantung dari kualitas dagingnya, jika kadar airnya tinggi, maka harga daging Rp120.000.

“Seperti di pasar becek (tradisional) harga daging sapi segar sangat bervariatif mulai dari harga Rp120.000,- Rp130.000, bahkan ada yang diharga Rp140.000. Harga tergantung dari kadar airnya, semakin banyak kandungan airnya semakin murah harganya, begitu sebaliknya, jika kadar airnya semakin sedikit, maka harga daging semakin mahal harganya,” ujar Muthowif dalam keterangan tertulsinya, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:  Bank DKI Menyikapi Proses Hukum Terkait Kredit kepada PT Sritex

Semantara itu, kondisi stok sapi siap potong di Jawa Timur terus mengalami kekurangan, kita bisa melihat dari kondisi di pasar sapi tradisional masing-masing kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur.

“Kondisi sapi siap potong di pasar tradisional hewan di masing-masing kota atau kabupaten mengalami penurunan penjualan sapi siap potong, sebagai pertanda jika di Jawa Timur kekurangan stok sapi siap potong,” ungkap Muthowif.

Muthowif menilai jika pemerintah pusat tidak segera melakukan perencanaan dan pengembangan yang matang, dikhawatirkan kedepannya sapi potong di Indonesia terus mengalami kekurangan.

Lebih lanjut, kasus berkurangnya stok sapi siap potong di Jawa Timur, sudah diprediksi sejak tahun 2012. “Oleh karena itu, kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera membuat rencana strategis dan berkelanjutan,” pungkas Muthowif. (Patikawa)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar
Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe
Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas
F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry
BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringanan
Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas

Berita Terbaru