Ni Luh Puspa Dorong Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Indonesia Berkelas Dunia

- Editor

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan perempuan menjadi penggerak utama pariwisata Indonesia, dari pelaku UMKM, penjaga budaya, hingga pemimpin komunitas wisata.

Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan perempuan menjadi penggerak utama pariwisata Indonesia, dari pelaku UMKM, penjaga budaya, hingga pemimpin komunitas wisata.

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia. Selain menjadi bagian besar dari tenaga kerja sektor pariwisata, perempuan juga berperan sebagai pelaku usaha, penggerak UMKM, penjaga budaya, hingga pemimpin komunitas yang ikut meningkatkan daya saing destinasi wisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat membuka Women’s Leadership Forum 2026 bertema “Women Leading Tourism: Membangun Destinasi yang Berkelas Dunia melalui Kepemimpinan, Inovasi, dan Kolaborasi” di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Senin (27/7/2026).

“Penggerak utama sektor pariwisata itu adalah perempuan. Data UN Tourism juga menunjukkan bahwa 54 persen pekerja di sektor pariwisata adalah perempuan,” ujar Ni Luh.

Menurutnya, kontribusi perempuan telah hadir di hampir seluruh rantai industri pariwisata. Mulai dari pengelolaan desa wisata, homestay, usaha kuliner, produk kriya, kerajinan tradisional, pemandu wisata, hingga pelestarian seni dan budaya lokal.

Ni Luh menjelaskan, pariwisata Indonesia memiliki kekuatan utama pada kekayaan alam dan budaya. Dalam kedua aspek tersebut, perempuan memegang peranan besar sebagai pelaku ekonomi sekaligus penjaga identitas budaya daerah.

Ia menilai keterlibatan perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Perempuan di sektor pariwisata memiliki peran yang sangat besar dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat internasional,” katanya.

Di berbagai daerah, perempuan menjadi penggerak desa wisata dengan mengembangkan berbagai potensi lokal. Mereka mengelola akomodasi wisata, menciptakan produk ekonomi kreatif, mengembangkan kuliner khas daerah, serta menjaga tradisi yang menjadi daya tarik wisatawan.

Meski memiliki kontribusi besar, Wamenpar mengakui masih terdapat tantangan dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis di sektor pariwisata.

Menurutnya, jumlah pekerja perempuan yang besar belum sepenuhnya sejalan dengan kesempatan mereka untuk berada di posisi pengambil keputusan maupun mendapatkan peluang ekonomi yang setara.

Baca Juga:  Adora Airport Service, Layanan Bagasi dan Penumpang Hadir di Enam Bandara Besar Indonesia

Ia mencontohkan pada industri perhotelan, perempuan masih lebih banyak berada pada bidang tertentu seperti pemasaran, sementara posisi kepemimpinan utama belum sepenuhnya terbuka secara merata.

“Masih ada anggapan perempuan hanya menjadi pelengkap. Padahal tanpa perempuan, ekosistem pariwisata tidak akan bergerak,” tegas Ni Luh.

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan dan langkah nyata yang mampu memperluas kesempatan perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan mengambil peran sebagai pemimpin di sektor pariwisata.

Ni Luh menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata menjadi salah satu institusi yang menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan gender. Saat ini, posisi Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata sama-sama dipercayakan kepada perempuan.

Menurutnya, kepemimpinan di sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

“Pemimpin pariwisata adalah pemimpin yang menjadi kolaborator, orkestrator, dan juga katalisator,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan pariwisata Indonesia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, masyarakat, serta komunitas lokal agar potensi wisata dapat berkembang secara maksimal.

Menutup pemaparannya, Wamenpar mengajak seluruh perempuan di sektor pariwisata untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jaringan, dan berani mengambil peluang dalam membangun usaha maupun kepemimpinan.

Menurutnya, memberikan ruang bagi perempuan bukan hanya tentang menghadirkan pemimpin perempuan, tetapi juga menciptakan masa depan pariwisata yang lebih inklusif.

“Memberikan akses kepada perempuan dan memberikan kepercayaan kepada perempuan bukan hanya soal menjadikan seorang perempuan sebagai pemimpin. Lebih dari itu, kita sedang menciptakan masa depan, membuka peluang, dan melahirkan generasi-generasi yang lebih baik,” kata Ni Luh Puspa.

Dengan semakin kuatnya peran perempuan, Kementerian Pariwisata berharap sektor pariwisata Indonesia mampu tumbuh lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing global. (eng)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation dan Open Top Tour hingga 31 Agustus 2026, Mulai Rp1,28 Juta
Nobar Final Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium Medan Berlangsung Meriah, Stevan Pasaribu Hibur Pengunjung
Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD
LUME Resmi Dibuka di Swiss-Belresidences Kalibata, Sajikan Menu Asian Fusion
All Star Brand Management dan Omega Hotel Management Kembangkan Rockstar Hotel Pekayon di Jakarta Timur
Ekspansi Omega Hotel Management, The Bountie Hotel Sukabumi Bergabung dengan Circle Collections
Sambal & Spice Perkenalkan Menu Baru, Pesanan Makan Siang Dijamin Tersaji dalam 15 Menit
Sambal & Spice Luncurkan Menu Baru, Quick Lunch 15 Menit dan Paket Ngemil Sore Harga Kompetitif

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ni Luh Puspa Dorong Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Indonesia Berkelas Dunia

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:43 WIB

Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation dan Open Top Tour hingga 31 Agustus 2026, Mulai Rp1,28 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium Medan Berlangsung Meriah, Stevan Pasaribu Hibur Pengunjung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:31 WIB

LUME Resmi Dibuka di Swiss-Belresidences Kalibata, Sajikan Menu Asian Fusion

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:05 WIB