KOTA BEKASI, Mediakarya – Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kota Bekasi memastikan bahwa struktur partai tetap solid dan terkonsolidasi dengan baik hingga tingkat akar rumput dalam menghadapi agenda Musyawarah Daerah (Musda) Pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.
Ketua Bapilu DPD Golkar Kota Bekasi Sugeng Wijaya menegaskan bahwa dinamika di tubuh partai merupakan hal yang biasa. Namun demikian pihaknya memastikan bahwa struktur pengurusan DPD Golkar Kota Bekasi masih solid di bawah kepemimpinan Ade Puspitasari.
Sugeng menegaskan, jelang pekasanaan Musda, mayoritas suara di struktur Pengurus Kecamatan (PK) masih memberikan dukungan penuh terhadap Ade Puspitasari agar kembali menahkodai partai berlambang pohon beringin Kota Bekasi.
“Kami terus melakukan penguatan struktur secara merata hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Sehingga Musda dijadikan momentum konsolidasi internal yang demokratis dan wadah menyatukan kekuatan kader,” ujar Sugeng kepada Mediakarya di Kota Bekasi, Selasa (11/6/2026).
Sugeng menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan kesiapan optimal menghadapi kontestasi politik ke depan.
Sugeng juga menepis tudingan bahwa Ketua DPD Golkar Ade Puspitasari yang dinilai tidak responsip dalam menyikapi dinamika di tubuh partai.
“Partai Golkar Kota Bekasi terus berupaya menjaga soliditas internal dan marwah organisasi di tengah dinamika politik serta tantangan konsolidasi yang dihadapi kepengurusan. Upaya merajut komunikasi dan kebersamaan antarkader menjadi fokus utama organisasi,” tegasnya.
Menurut dia, dalam organisasi Golkar Kota Bekasi tidak ada yang dominan, seluruh elemen dan kader partai menjadikan Partai Golkar sebagai rumah bersama.
“Artinya, dalam hal ini ketua DPD membutuhkan kader yang solid, begitu pula para kader juga membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak dalam dalam menjaga eksistensi Golkar di Kota Bekasi,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga tengah menata komunikasi yang baik antarjajaran pengurus hingga tingkat akar rumput.
“Menjaga marwah serta nama baik partai dalam menghadapi agenda politik ke depan. Kami tetap mengutamakan kebersamaan untuk meredam potensi perbedaan pandangan di internal organisasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Bappilu Golkar Kota Bekasi mengimbau agar seluruh kader menjaga soliditas, mengutamakan kerja sama kolektif.
Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh kader untuk menghindari perselisihan atau sikap saling menjatuhkan demi memperkuat kekuatan partai menghadapi kontestasi politik ke depan.
Mekanisme Pemilihan Ketua DPD Golkar Diatur dalam Juklak
Seperti diketahui, mekanisme pemilihan Ketua DPD Partai Golkar telah diatur berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta petunjuk pelaksanaan (juklak) partai, di mana setiap kader yang memenuhi persyaratan administratif dan kualifikasi berhak untuk mendaftar dan dicalonkan
Dalam Juklak 02 Tahun 2025 Partai Golkar mengatur tentang penyelenggaraan musyawarah-musyawarah dan tata cara pemilihan pimpinan di berbagai tingkat daerah.
Aturan tersebut menjadi acuan utama bagi pengurus tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam Juklak tersebut mengatur mekanisme Musda tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Adapun kriteria bakal calon ketua, seperti aktif sebagai anggota minimal 5 tahun berturut-turut, pendidikan minimal S-1, lulus diklat kader, serta memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela (PD2LT).











