Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama

- Editor

Selasa, 8 September 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS SELATAN, Mediakarya – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Selatan memicu luapan air dahsyat di sekitar Jembatan Loho, Kecamatan Fanayama, Senin (7/9/2026) siang hari.

Banjir bandang tersebut meluap hingga menutupi badan jalan raya dengan ketinggian diperkirakan mencapai kurang lebih satu meter, yang hampir saja memakan korban jiwa.

Beruntung, kesiapsiagaan dan reaksi cepat dari Tim Basarnas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan dan warga sekitar berhasil menggagalkan potensi tragedi tersebut.

Petugas yang bergerak sigap di lokasi arus deras pada Senin siang itu sukses mengevakuasi seorang pengendara motor yang sempat terjebak dan hanyut.

Korban selamat diketahui bernama panggilan Gali-gali Zebua. Berdasarkan informasi terkini, korban telah berhasil dievakuasi dengan aman dan langsung dilarikan ke Klinik Pratama Glendo yang beralamat di Simpang Loho, Kecamatan Fanayama, untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian yang menimpanya, Gali-gali menceritakan detik-detik menegangkan saat banjir bandang menerjang pada siang hari tersebut.

Menurutnya, saat itu luapan air sebenarnya masih terlihat bisa dilalui. Namun, situasi mendadak berubah ketika ia mengalami kendala akibat kendaraan mobil di depannya.

“Pada saat banjir bandang yang masih bisa dilalui, saya sedikit terkendala dengan mobil di depan saya. Tiba-tiba air meluap sangat cepat dengan arus yang begitu deras,” ujar Gali-gali saat ditemui di tempat perawatan.

Baca Juga:  Sosiolog: Demokrasi Berkualitas Ditandai Ruang Publik Yang Sehat

Di tengah kepungan arus yang kuat, ia terpaksa melepas sepeda motornya demi menyelamatkan nyawa. Arus deras sempat menyeret tubuhnya hingga akhirnya ia berhasil meraih dan berpegangan pada ranting pohon yang bertahan di tengah luapan air.

Sementara itu, sepeda motor yang dikendarainya langsung hanyut terbawa arus. Pasca-insiden yang nyaris merenggut nyawanya tersebut, Gali-gali menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim gabungan yang telah menyelamatkannya.

Tidak hanya menyelamatkan nyawanya, petugas juga berhasil mengamankan sepeda motor miliknya dari seretan arus banjir.

“Saya sangat berterimakasih kepada tim evakuasi, dalam hal ini Tim Basarnas maupun BPBD Nias Selatan serta warga setempat yang telah bergerak cepat untuk melakukan pertolongan dan begitu juga telah menyelamatkan kendaraan saya,” ungkapnya dengan nada haru.

Melalui kesempatan ini, Gali-gali juga menyampaikan pesan khusus kepada pihak keluarga besarnya yang bermukim di Kecamatan Bawolato agar tetap tenang dan tidak panik.

Ia menegaskan bahwa kondisinya saat ini sudah dalam keadaan aman dan sedang mendapatkan penanganan medis yang baik di Klinik Pratama Glendo.(Nan)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terbaru