JAKARTA, Mediakarya – Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membenahi institusinya, utamanya dalam proses rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Korps Bhayangkara tersebut.
Inisiator GNK Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengungkapkan di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo, dia memastikan bahwa kebijakan rotasi dan mutasi jabatan perwira dilakukan berdasarkan merit sistem (meritokrasi).
“GNK mengapresiasi pernyataan Kapolri yang menegaskan bahwa penempatan personel dalam jabatan baru sepenuhnya mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, kinerja, dan kebutuhan organisasi, serta untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat,” ujar Syakur kepada Mediakarya di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, penempatan personel Polri berdasarkan meritokrasi itu tentunya untuk memastikan proses pembinaan karier di internal Korps Bhayangkara berjalan secara transparan dan akuntabel, sekaligus membuang stigma negatif terkait kedekatan personal atau faktor non-teknis dalam pengisian jabatan strategis.
“Penempatan personel disesuaikan dengan keahlian spesifik dan rekam jejak keberhasilan tugas di pos sebelumnya itu saat ini dinilai sudah tepat. Hal itu guna menjawab tantangan keamanan yang dinamis dan memperkuat pelayanan publik,” ungkap Syakur.
Karena itu, tim penilai kinerja di bawah komando Jenderal Lstyo Sigit Prabowo yang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap personel berprestasi untuk mendapatkan promosi tanpa diskriminasi dinilai sudah sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami menilai terobosan yang dilakukan oleh kapolri dalam membenahi jajarannya sudah maksimal. Di antaranya penilaian berdasarkan kompetensi objektif, asesmen kinerja, dan capaian riil. Bukan karena faktor kedekatan (nepotisme) atau senioritas semata,” ulasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi Polri yang memperkuat indikator penilaian kinerja yang terukur melalui program digitalisasi sumber daya manusia (SDM) dan pelibatan tim penilai independen di internal institusi.
“Program digitalisasi ini mampu memotivasi seluruh personel untuk bersaing secara sehat melalui prestasi kerja. Dan kami menilai sistem pengawasan di internal Polri sudah sangat ketat. Termasuk pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan oleh anggotanya akan menjadi catatan. Jadi dalam hal ini proses reformasi dan tranformasi Polri sudah berjalan dengan baik,” ungkap Syakur.
Terobsan lainnya, yang patut mendapatkan acungan jempol, di antaranya Polri saat ini telah mengintegrasikan berbagai aplikasi data personel lama ke dalam satu platform terpusat.
Platform ini memberikan data real-time bagi pimpinan untuk mengambil keputusan karier secara cepat dan berbasis data kepangkatan, kompetensi, serta evaluasi kinerja anggota.
Selain itu, Polri juga telah membuat role model melalui pemberian penghargaan dan penguatan kepemimpinan pimpinan sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas, integritas, dan profesionalisme personelnya.
“Strategi ini kami nilai sangat tepat, tujuannya menciptakan iklim kompetisi yang sehat di internal kepolisian agar seluruh anggota termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ugi)










