Jakarta, Mediakarya.id – Janji pendidikan gratis untuk rakyat kini bukan lagi sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan komitmen besarnya untuk memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia lewat layanan pendidikan tanpa biaya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan, Presiden Prabowo memberi perhatian khusus agar murid di jenjang pendidikan dasar dan menengah, bahkan sejak taman kanak-kanak, bisa mengenyam pendidikan secara gratis.
“Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak,” ujar Abdul Mu’ti, Senin (28/9/2026).
Abdul Mu’ti menjelaskan, program tersebut akan diperkuat dengan mengoptimalkan skema pendanaan yang selama ini sudah berjalan, yakni melalui alokasi dana BOS dan PIP.
Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo mematangkan langkah besar percepatan implementasi pendidikan gratis yang mencakup semua tingkatan, mulai dari TK, pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat ini dirancang secara menyeluruh, agar tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah atau gagal kuliah hanya karena terkendala biaya.
“Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, SMK, secara keseluruhan terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga tengah menggodok skema pembebasan biaya kuliah di PTN, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal. Skema tersebut ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
“Pemerintah akan mematangkan rencana penerapan pendidikan tinggi negeri bebas biaya kuliah termasuk UKT dan uang pangkal,” katanya.
Dengan langkah berani ini, Presiden Prabowo bertekad mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas, berdaya saing, menguasai sains dan teknologi, serta siap membawa bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.











