JAKARTA, Mediakarya – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar yang jatuh pada 20 Oktober 2026 menjadi tonggak krusial bagi partai berlambang pohon beringin untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kinerja eksponennya di birokrasi pemerintahan.
Kader senior Partai Golkar Kota Bekasi, Adi Yunsyah, mengatakan sebagai salah satu partai politik dengan jumlah kader terbanyak di kabinet dan instansi pemerintahan saat ini, sorotan publik terhadap efektivitas kerja jajaran Golkar sangat besar.
“Menjadikan hari jadi ke-62 ini sebagai titik balik pembenahan kinerja membawa beberapa urgensi penting,” ujar Adi Yunsyah saat diwawancarai Mediakarya melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2026).
Pria yang akrab disapa Monel ini menilai, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial tahun 2026, masyarakat menuntut hasil nyata dari para pejabat publik.
“Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial tahun 2026, masyarakat menuntut hasil nyata. Kinerja menteri, kepala daerah, maupun pejabat publik dari Golkar yang optimal akan langsung berdampak pada citra positif partai di mata konstituen,” tegasnya.
Monel menyebut, Golkar memiliki akar sejarah yang kuat pada doktrin kekaryaan, yakni fokus pada kerja nyata, pembangunan, dan teknokrasi.
Menurutnya, momentum HUT ke-62 menjadi waktu yang tepat bagi jajaran kepemimpinan DPP Partai Golkar untuk memastikan seluruh kadernya di pemerintahan bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari korupsi.
“Momentum HUT ke-62 ini menjadi waktu yang tepat bagi jajaran kepemimpinan di DPP untuk memastikan seluruh kadernya di pemerintahan benar-benar bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari korupsi,” katanya.
Lebih lanjut, Monel mendorong jajaran legislatif dari Golkar, baik DPR maupun DPRD, untuk tetap kritis dan objektif dalam mengawal kinerja rekan separtai yang duduk di kursi eksekutif.
“Hal ini penting agar kebijakan yang dihasilkan tetap aspiratif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kinerja yang bersih dan berprestasi di pemerintahan saat ini merupakan modal politik paling berharga bagi Golkar untuk memperluas basis pemilih, termasuk memikat generasi muda dan kelompok profesi baru guna menghadapi Pemilu mendatang.
“Melalui refleksi di usia ke-62 ini, tuntutan agar kader Golkar di pemerintahan tidak sekadar mengisi jabatan atau patronase politik, tetapi benar-benar memberikan kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat menjadi sebuah keharusan organisasi,” tutup Monel. (Mam)











