Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi

- Editor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah. (Foto: Mediakarya)

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah. (Foto: Mediakarya)

BEKASI, Mediakarya – Bursa pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi memanas. Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandar, menyoroti manuver yang diduga dilakukan kubu Ranny Fahd Arafiq untuk mengamankan dukungan di tingkat Pengurus Kecamatan (PK).

Berdasarkan sumber Mediakarya, orang dekat Ranny yang juga anggota DPRD Kota Bekasi diduga meminta sejumlah pengurus kecamatan untuk hadir dalam agenda reses Ranny. Kehadiran itu disebut-sebut diiming-imingi akan diberikan fasilitas untuk PK.

Iskandar menilai, kehadiran para PK dalam reses tersebut bukan sekadar serap aspirasi, melainkan dimaksudkan dalam rangka konsolidasi dan penguatan dukungan menjelang pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Agenda reses yang seharusnya menjadi forum pertanggungjawaban wakil rakyat kepada konstituen, diduga digeser menjadi ajang konsolidasi politik untuk suksesi Golkar. Ini penyalahgunaan fasilitas negara,” tegas Iskandar kepada Mediakarya, Selasa (20/10/2026).

Lebih jauh, Iskandar mengungkap adanya faktor politik utang budi yang membayangi suksesi Golkar Kota Bekasi.

Menurutnya, Ranny Fahd Arafiq yang disebut sebagai suami dari terpidana korupsi Fahd Arafiq, kini dipaksa untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

Sejumlah anggota dewan dari Fraksi Golkar Kota Bekasi, kata Iskandar, diduga memiliki hutang materi maupun hutang budi kepada Fahd Arafiq, sehingga mau tidak mau harus mendukung Ranny.

Baca Juga:  Wabup Bogor Jaro Ade, Apresiasi Keberhasilan MBG Ala Prabowo-Gibran

“Kondisinya menjadi tidak sehat. Dukungan yang lahir karena hutang budi dan hutang materi, bukan karena kapasitas dan visi membangun partai, sangat bertentangan dengan norma dan etika organisasi,” ujarnya.

Iskandar mengingatkan, pola dukungan transaksional seperti itu justru akan menjebak Golkar Kota Bekasi dalam pusaran masalah yang sama, yakni ketergantungan pada patron lama dan politik uang.

Oleh karena itu, ia secara khusus mengingatkan kepada seluruh Ketua PK Golkar se-Kota Bekasi agar tidak terjebak dengan iming-iming hadiah atau fasilitas apapun menjelang Musda.

Iskandar menambahkan, jika para PK tergiur iming-iming pemberian hadiah agar dukungan Musda kepada Ranny, sama halnya PK tersebut tengah membuka celah kasus yang menjerat Fahd yang saat ini ditangani oleh KPK itu bakal diusut sampai akar. Termasuk pemberian hadiah kepada sejumlah PK.

“Jangan terjebak dengan iming-iming hadiah. Ingat, pemberian fasilitas atau hadiah dalam konteks pemilihan ketua partai yang melibatkan penyelenggara negara bisa masuk dalam kategori gratifikasi politik, dan pastinya akan diusut oleh KPK. Bila itu terjadi, Etos Indonesia siap untuk melaporkannnya ke lambaga antirasuah,”  pungkas Iskandar.

Hingga berita ini diturunkan, Ranny Fahd Arafiq belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. (ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan
Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi
Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB